Perkuat konsumsi domestik, BINA Lebaran 2026 resmi dimulai

Program nasional Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 resmi dimulai melalui acara Opening Ceremony yang diselenggarakan di The Foodhall, Senayan City, Jakarta pada Jumat (6/3). Program ini kembali menjadi momentum strategis dalam mendorong konsumsi domestik selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Update: 2026-03-07 07:10 GMT

Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Indomie

Program nasional Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 resmi dimulai melalui acara Opening Ceremony yang diselenggarakan di The Foodhall, Senayan City, Jakarta pada Jumat (6/3). Program ini kembali menjadi momentum strategis dalam mendorong konsumsi domestik selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Acara pembukaan dihadiri oleh Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia; Budi Santoso, Menteri Perdagangan Republik Indonesia; Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah; Ketua Umum (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) APPBI, Alphonzus Widjaja; Lenny Tjandra, Direktur The Foodhall; serta Yovan Sudarma, Vice President Government Affairs Lazada Indonesia, bersama perwakilan kementerian, asosiasi industri, pelaku usaha ritel, dan mitra strategis.

Program BINA Lebaran 2026 berlangsung pada 6–30 Maret 2026 di lebih dari 400 pusat perbelanjaan dan 80.000 toko di seluruh Indonesia, menghadirkan berbagai promo dan potongan harga hingga 70% dari berbagai kategori produk mulai dari fesyen, elektronik, kebutuhan rumah tangga, hingga kuliner. Program ini menargetkan total transaksi sebesar Rp53,38 triliun.

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Pemerintah mengapresiasi karena kegiatan ini terus diselenggarakan secara konsisten pada setiap momentum hari besar keagamaan. "Untuk periode kali ini berlangsung sekitar 25 hari, dari tanggal 6 hingga 30, dan kami melihat sejak Januari konsumsi masyarakat sudah cukup bergeliat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang berada di level 127, yang menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi," kata Airlangga. 

Pemerintah, lanjut Airlangga, juga telah mendorong berbagai stimulus pada triwulan pertama, termasuk penyaluran bantuan sosial seperti beras 10 kilogramper bulan dan bantuan minyak goreng selama dua bulan berturut-turut kepada sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran sekitar Rp11,92 triliun.

Selain itu, ujar Airlangga pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tarif transportasi rata-rata sekitar 30 persen, kecuali untuk pesawat sekitar 17–18 persen pada kelas ekonomi, serta mendorong kebijakan work from anywhere agar masyarakat dapat memanfaatkan tarif transportasi tersebut untuk melakukan perjalanan. Di sisi lain, pemerintah juga telah mengumumkan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Dengan berbagai stimulus tersebut.

Elshinta Peduli

"Kami berharap program Belanja di Indonesia Aja (BINA) yang menargetkan transaksi sekitar Rp53 triliun, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu, dapat semakin mendorong konsumsi domestik. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama hingga sekitar 5,5 persen, serta membantu menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026 di tengah ketidakpastian global,” tambahnya.

Sementara, Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah mengatakan, momentum Ramadan dan Lebaran merupakan periode paling penting bagi industri ritel nasional sekaligus penggerak utama konsumsi domestik. Melalui program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026, lebih dari 400 pusat perbelanjaan dan sekitar 80.000 outlet di seluruh Indonesia menghadirkan berbagai promo menarik dengan potongan harga hingga 70 persen, melibatkan sekitar 800 brand dari berbagai kategori seperti makanan dan minuman, fesyen, elektronik, hingga kebutuhan sehari-hari.

"Program ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong masyarakat berbelanja di dalam negeri, memperkuat perputaran ekonomi nasional, serta memberikan dampak yang lebih luas bagi produsen, pemasok, UMKM, hingga tenaga kerja di sektor ritel,” ujar Budihardjo, Jumat (6/3). 

Budihardjo menambahkan, sinergi antara sektor ritel dan pariwisata menjadi faktor penting dalam memperluas dampak ekonomi dari program ini. Integrasi BINA dengan gerakan Bangga Berwisata di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan pergerakan wisatawan sekaligus mendorong transaksi belanja domestik.

Budihardjo juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui instalasi dekoratif bernuansa Imlek dan Lebaran di koridor Jalan MH Thamrin–Sudirman, yang turut melibatkan anggota HIPPINDO melalui aktivasi brand, penyampaian promo, serta berbagai kegiatan promosi ritel. Koridor tersebut diharapkan menjadi etalase kreativitas ritel Indonesia yang terintegrasi dengan promosi wisata dan belanja.

Di tengah dinamika dan ketidakpastian global, Budihardjo menegaskan bahwa penguatan konsumsi domestik menjadi semakin penting. Industri ritel berupaya menjaga ketersediaan stok, terutama produk lokal yang relatif terjaga, meskipun beberapa produk impor mengalami keterlambatan pasokan menjelang Lebaran.

Karena itu, HIPPINDO mendorong koordinasi yang lebih kuat antar kementerian dan lembaga, termasuk dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, agar ketersediaan barang dapat terjaga dan momentum penjualan ritel pada periode besar seperti Ramadan, Imlek, Cap Go Meh, dan Lebaran dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Di kesempatan yang sama, Head of Government Affairs Lazada Indonesia, Yovan Sudarma, menyampaikan bahwa kolaborasi dalam BINA Lebaran 2026 merupakan bagian dari komitmen Lazada untuk mendukung agenda penguatan ekonomi domestik melalui transformasi digital. “Kolaborasi Lazada dengan HIPPINDO dalam program BINA Lebaran 2026 menjadi wujud komitmen kami dalam mendukung agenda penguatan ekonomi nasional melalui kolaborasi lintas ekosistem. Bersama HIPPINDO dan para pemangku kepentingan lainnya, kami mendorong integrasi yang lebih erat antara industri ritel offline dan kanal digital agar momentum Ramadan dan Idulfitri dapat lebih optimal.” kata Yovan.

Menurut Yovan, melalui kapabilitas teknologi dan pendekatan berbasis data, Lazada terus mendukung brand dan UMKM lokal Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan.

“Kami percaya bahwa sinergi antara pemerintah asosiasi, dan pelaku industri seperti yang terwujud dalam program BINA bisa meningkatkan daya saing pelaku usaha Indonesia secara berkelanjutan,” tambah Yovan.

Ditambahkan Yovan, dengan kolaborasi erat antara pemerintah, asosiasi ritel, dan mitra strategis seperti Lazada Indonesia, BINA Lebaran 2026 diharapkan juga mampu menjadi penggerak utama konsumsi domestik selama Ramadan dan Idulfitri. Sinergi antara ekosistem ritel dan digital ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat perputaran ekonomi nasional secara inklusif dan berkelanjutan.

Lenny Tjandra, Direktur The Foodhall mengungkapkan, sebagai tuan rumah pembukaan program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026, pihaknya merasa bangga dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendorong konsumsi domestik pada momentum Ramadan dan Idulfitri yang selalu menjadi periode penting bagi sektor ritel. Melalui berbagai program diskon dan promo menarik sepanjang Ramadan hingga Lebaran, dukungan terhadap partisipasi brand nasional maupun pelaku UMKM, serta memastikan ketersediaan stok barang tetap terjaga, pihaknya ingin menghadirkan pengalaman berbelanja yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi masyarakat.

"Bagi kami, peran ritel bukan hanya hadir pada momentum musiman, tetapi setiap hari melayani kebutuhan masyarakat, sehingga kelancaran distribusi, kelengkapan produk, stabilitas harga, dan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama. Dengan sinergi antara pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, dan pengelola pusat perbelanjaan, kami optimistis program BINA Lebaran 2026 dapat semakin memperkuat konsumsi dalam negeri sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Lenny Tjandra.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja menambahkan, persiapan pusat perbelanjaan sudah dilakukan secara marathon sejak awal tahun, mulai dari momentum Tahun Baru, Imlek, hingga Ramadhan. Hingga saat ini ia melihat tren kunjungan yang cukup positif dengan kenaikan sekitar 10–15 persen, dan dirinya optimistis tren ini akan terus bertahan hingga setelah Idul Fitri.

"Puncak penjualan kami perkirakan terjadi pada akhir pekan ini hingga minggu depan sebelum masyarakat pulang mudik, sementara lonjakan kunjungan berikutnya biasanya terjadi pada hari kedua Idul Fitri yang lebih didominasi aktivitas rekreasi keluarga di pusat perbelanjaan,” ujar Alphonzus Widjaja.

Setelah periode Lebaran, kata Alphonzus telah disiapkan berbagai program lanjutan seperti kegiatan liburan sekolah, Indonesia Shopping Festival (ISF) pada Agustus, serta World Indonesia Festival (WIG) pada September hingga Oktober yang akan berlangsung selama satu bulan di berbagai wilayah Indonesia.

"Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat mengantisipasi periode low season yang cukup panjang sekaligus mendorong perdagangan dalam negeri agar sektor ritel tetap tumbuh dan tidak terlalu bergantung pada dinamika kondisi ekonomi global,” tandasnya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News