Bekasi Sharia Festival 2026: Tren fashion earth tone dominasi panggung modest Ramadan
Komunitas Hijabersmom Community (HMC) Bekasi kembali menyelenggarakan Bekasi Sharia Festival (BSF) 2026 untuk memperkenalkan tren busana muslim terkini sekaligus memperkuat ekosistem UMKM kreatif di Kota Bekasi.
Sumber foto: Hamzah Aryanto/elshinta.com.
Komunitas Hijabersmom Community (HMC) Bekasi kembali menyelenggarakan Bekasi Sharia Festival (BSF) 2026 untuk memperkenalkan tren busana muslim terkini sekaligus memperkuat ekosistem UMKM kreatif di Kota Bekasi.
Perhelatan keempat yang digelar pada momen Ramadan 1447 Hijriah ini bertujuan untuk menjadi wadah kolaborasi bagi para desainer, pelaku usaha, dan perempuan muslimah dalam mendorong pertumbuhan industri modest fashion yang berdaya saing global.
Ketua Pelaksana Bekasi Sharia Festival, Chaera Lee, mengatakan acara tahun ini menampilkan karya dari delapan desainer ternama, baik dari lokal Bekasi maupun luar daerah seperti Jakarta dan Batam. Koleksi yang ditampilkan didominasi oleh warna-warna earth tone seperti cokelat, krem, abu-abu, dan putih tulang yang diprediksi menjadi tren utama Lebaran 2026.
"Tujuan BSF 2026 ini adalah mengangkat UMKM Bekasi dan merek milik anggota komunitas agar mereka bisa menunjukkan karyanya serta berjualan bersama. Tahun ini trennya lebih ke earth tone dan warna-warna netral yang membumi, memberikan suasana hangat yang kini sangat diminati baik oleh remaja maupun kalangan ibu-ibu," ujar Chaera Lee saat ditemui di lokasi acara, Jumat (06/03/2026).
Masing-masing desainer membawakan lima tampilan (look) yang menonjolkan keunikan desain, penggunaan material berkelanjutan (sustainable), serta inovasi potongan busana yang tetap mengedepankan prinsip syariat.
Hadir sebagai tamu undangan, Istri Wali Kota Bekasi sekaligus Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi HMC Bekasi.
Ia menilai pergerakan masif komunitas muslimah ini merupakan pilar penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga melalui kegiatan positif dan produktif.
"Pemerintah Kota Bekasi sangat mendukung kegiatan yang mampu menggali potensi ibu rumah tangga untuk menambah pendapatan keluarga. Saya bermimpi suatu saat nanti Bekasi menjadi tren senter fashion di Indonesia, baik itu busana muslim, nasional, maupun budaya," ungkap Wiwiek Hargono.
Wiwiek juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus menggandeng berbagai komunitas untuk mengadakan festival serupa di pusat-pusat perbelanjaan guna mendorong pergerakan ekonomi daerah.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan komunitas, industri kreatif di Kota Bekasi diharapkan semakin dikenal luas tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga merambah pasar internasional,” pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto, Senin (9/3).


