Daerah tempat tinggal tentukan tren fesyen pada baju Lebaran
Jenama pakaian modest Klamby menyebut daerah tempat tinggal masyarakat bakal menentukan tren fesyen yang paling diminati pada pakaian-pakaian yang dijual untuk musim Lebaran 2026.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Jenama pakaian modest Klamby menyebut daerah tempat tinggal masyarakat bakal menentukan tren fesyen yang paling diminati pada pakaian-pakaian yang dijual untuk musim Lebaran 2026.
"Kalau di beberapa kota besar, mereka sekarang ingin lebih tuning down the color (menurunkan saturasi warna)-nya, kalau di daerah lain Lebaran harus pop-up (warna yang menyala dan terang)," kata Co-Founder sekaligus Managing Director Klamby Ridho Jufri saat ditemui Antara di Jakarta, Selasa.
Ridho mengatakan saat ini busana Lebaran yang dihadirkan memang beragam mengikuti minat para konsumen. Di perkotaan, variasi warna pada produk cenderung sedikit kalem. Misalnya pastel atau warna-warna yang netral.
Meski demikian, ia menyebut tidak menutup kemungkinan pada sejumlah kalangan yang tinggal di perkotaan warna yang lebih terang menjadi favorit.
Dari wilayah secara spesifik, ia menyebut tahun ini masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa menginginkan pakaian dengan warna yang lebih lembut (soft).
Berbeda dengan penduduk yang tinggal dari daerah lain seperti Sumatera dan Kalimantan yang menyukai warna-warna berani seperti Maroon.
"Kalau di luar kota itu mereka senang yang lebih terang. Kalau ditarik rata-rata, biasanya di luar Jawa itu lebih senang produk yang pop up atau berwarna terang," ujar Ridho.
Sementara usai musim Lebaran, jenis pakaian yang akan digemari adalah produk yang mudah di daur ulang (recycling) dan ramah lingkungan. Hal ini didasari oleh pengamatannya pada minat generasi Z yang menjadi populasi usia penduduk terbanyak di Indonesia saat ini.
Sayangnya, pembuatan pakaian ramah lingkungan di Indonesia masih mengalami sejumlah kendala berupa harga produksi yang tinggi.
Pakaian-pakaian yang digemari pun cenderung memiliki warna polos yang lembut dan tidak terlalu banyak memiliki motif. Kalaupun ada, hanya sedikit sentuhan motif pada kain yang dijadikan sebagai tanda pengenal dari merek itu.
Pilihan lain yang akan banyak diminati yaitu pakaian dengan ukuran yang lebih besar atau oversized.
Dalam kesempatan itu, Ridho turut menilai bahwa busana modest semakin digemari di Tanah Air. Industrinya pun juga sudah mulai dilirik sejumlah negara tetangga seperti Malaysia yang tertarik untuk membeli produk buatan Indonesia.


