3 alasan mengapa anda sulit terlelap di malam hari

Stres, paparan cahaya biru, dan pola hidup tak teratur menjadi tiga faktor utama yang mengganggu kualitas tidur dan memicu insomnia

Update: 2026-04-03 12:20 GMT
Indomie

Pernahkah Anda sudah merebahkan tubuh di tempat tidur yang nyaman, namun mata tetap terjaga hingga larut malam? Kondisi sulit tidur ini ternyata sangat umum dialami oleh banyak orang.

Menurut pemerhati masalah kesehatan, dr. Teddy Harto, ada tiga faktor utama yang sering kali menjadi "pencuri" waktu istirahat Anda.

1. Beban Pikiran dan Hormon Kortisol

Penyebab pertama yang paling sering muncul adalah stres dan kecemasan. Saat otak Anda terus berputar memikirkan berbagai masalah, tubuh akan merespons dengan memproduksi hormon kortisol secara berlebihan. Hormon ini menjaga tubuh dalam kondisi waspada, sehingga perasaan rileks yang dibutuhkan untuk memicu kantuk pun sulit didapatkan.

2. Gangguan Cahaya Biru dari Ponsel

Siapa yang punya kebiasaan mengecek handphone sebelum memejamkan mata? Kebiasaan ini ternyata berdampak buruk bagi kualitas tidur. Cahaya biru (blue light) yang dipancarkan oleh gadget dapat menekan produksi hormon melatonin. Padahal, melatonin adalah hormon alami yang bertugas mengatur siklus tidur manusia agar bisa terlelap tepat waktu.

3. Jam Biologis yang Kacau

Pola hidup yang tidak teratur turut menyumbang peran besar dalam masalah insomnia. Jadwal tidur yang sering berubah-ubah serta kebiasaan mengonsumsi kafein di malam hari dapat merusak ritme sirkadian, atau yang biasa kita kenal sebagai jam biologis tubuh.

"Tidur yang berkualitas adalah fondasi utama kesehatan Anda," pesan dr. Teddy Harto.

Sebagai langkah awal untuk hidup lebih sehat, cobalah untuk mulai menghindari ketiga pemicu di atas malam ini agar esok pagi Anda bisa bangun dengan tubuh yang lebih segar.

Rama Pamungkas

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News