Cara menjaga kesehatan saat mudik
Cara menjaga kesehatan saat mudik agar tetap fit selama perjalanan jauh Ramadan, mulai dari persiapan fisik, asupan gizi, hingga atur waktu istirahat.
Cara menjaga kesehatan saat mudik agar tetap fit selama perjalanan jauh Ramadan, mulai dari persiapan fisik, asupan gizi, hingga atur waktu istirahat.
Memahami cara menjaga kesehatan saat mudik menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan, terutama ketika melakukan perjalanan jauh dalam suasana Ramadan. Perjalanan jauh, kemacetan panjang, hingga kelelahan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika tidak dipikirkan dengan baik. Melalui persiapan yang tepat, memperhatikan asupan gizi, serta pengaturan waktu istirahat, perjalanan mudik bisa tetap aman, nyaman, dan tubuh tetap bugar hingga tiba di kampung halaman.
Pentingnya menjaga kondisi tubuh selama perjalanan mudik
Mudik identik dengan perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan pribadi, bus, kereta, maupun pesawat. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, pergerakan masyarakat saat arus mudik Lebaran setiap tahunnya mencapai puluhan hingga ratusan juta orang, yang berdampak pada kepadatan transportasi dan durasi perjalanan yang lebih panjang dari biasanya.
Durasi perjalanan yang panjang dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan, nyeri otot, hingga gangguan pencernaan. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kelelahan saat berkendara juga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas.
Persiapan kesehatan sebelum berangkat
Bagi pemudik dengan riwayat penyakit tertentu seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung, pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat sangat disarankan. Kementerian Kesehatan menganjurkan pemudik memastikan kondisi tekanan darah, kadar gula darah, serta membawa obat-obatan rutin yang cukup selama perjalanan.
Selain itu, kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi dan daya tahan tubuh. Idealnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7–9 jam per malam. Mengatur jadwal tidur beberapa hari sebelum mudik membantu tubuh lebih siap menghadapi perjalanan jauh.
Menjaga asupan gizi dan cairan selama mudik
Dehidrasi kerap terjadi tanpa disadari, terutama saat berpuasa atau berada di dalam kendaraan ber-AC dalam waktu lama. Tubuh membutuhkan asupan cairan yang cukup agar fungsi organ tetap optimal.- Membawa air minum dalam kemasan praktis, minuman elektrolit, atau menyiapkan bekal minuman sendiri dapat membantu menjaga hidrasi selama perjalanan. Saat berbuka puasa di perjalanan, dahulukan konsumsi air putih sebelum makanan berat.
Pilih makanan yang aman dan bernutrisi
Cara menjaga kesehatan saat mudik juga berkaitan erat dengan pilihan makanan. Hindari makanan yang terlalu berminyak, pedas, atau tidak higienis karena berisiko menyebabkan gangguan pencernaan.
Pilih makanan dengan komposisi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, serat, serta vitamin. Bekal praktis seperti buah potong, roti gandum, atau makanan rumahan yang dikemas dengan baik bisa menjadi alternatif lebih sehat dibanding membeli makanan secara acak di rest area.
Mempersiapkan kotak bekal, wadah makanan kedap udara, serta perlengkapan makan pribadi juga membantu menjaga kebersihan dan kualitas makanan.
Atur waktu istirahat dan peregangan
- Berhenti secara berkala saat berkendara: Bagi pengguna kendaraan pribadi, disarankan berhenti setiap 3–4 jam untuk beristirahat. Kementerian Perhubungan juga mengimbau pengemudi memanfaatkan rest area untuk memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanan. Beristirahat sejenak dapat mencegah microsleep yang berbahaya saat mengemudi.
- Lakukan peregangan ringan: Duduk terlalu lama dapat menyebabkan pegal, nyeri punggung, dan kaku pada kaki. Saat berhenti, lakukan peregangan ringan seperti menggerakkan leher, bahu, dan kaki untuk melancarkan sirkulasi darah. Bagi penumpang, peregangan sederhana di dalam kendaraan juga membantu mengurangi ketegangan otot. Jaga kebersihan diri dan lingkungan
Jaga kebersihan diri dan lingkungan
Menjaga kebersihan tangan sebelum makan dan setelah menggunakan fasilitas umum menjadi langkah preventif yang penting.
Membawa perlengkapan pribadi seperti tisu basah, hand sanitizer, masker cadangan, serta perlengkapan ibadah pribadi dapat membantu meminimalkan risiko paparan kuman.
Kebiasaan sederhana ini mendukung daya tahan tubuh tetap optimal selama perjalanan Ramadan.
Kelola stres dan kondisi mental
Kemacetan panjang sering kali memicu stres. Padahal, stres dapat memengaruhi tekanan darah dan daya tahan tubuh. Mengatur ekspektasi waktu tempuh, menyiapkan hiburan seperti musik atau podcast, serta menjaga komunikasi yang baik dengan anggota keluarga selama perjalanan dapat membantu menjaga suasana tetap kondusif.
Kondisi mental yang stabil turut berperan dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Siapkan kebutuhan darurat
Kotak P3K sederhana berisi obat penurun panas, obat anti-mabuk perjalanan, plester, serta obat pribadi sebaiknya selalu tersedia. Termometer digital dan suplemen tambahan juga bisa dipertimbangkan sebagai langkah antisipasi.
Perlengkapan ini menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan saat mudik, terutama ketika akses fasilitas kesehatan terbatas di tengah perjalanan.
Cara menjaga kesehatan saat mudik membutuhkan persiapan menyeluruh, mulai dari kondisi fisik sebelum berangkat, pengaturan asupan gizi dan cairan, pengaturan waktu istirahat, hingga menjaga kebersihan diri. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, perjalanan jauh di momen Ramadan dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan tubuh tetap fit hingga tiba di tujuan.


