Ratusan balita di Denpasar ikuti cek kesehatan tekan stunting

Update: 2026-03-23 09:40 GMT

Tangkapan layar - Sejumlah anak mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis menekan potensi stunting di Denpasar, Bali, Senin (23/3/2026). ANTARA/Instagram/@livingworld_denpasar

Indomie

Sebanyak 150 balita di Denpasar, Bali, mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis untuk mendukung tumbuh kembang anak dan menekan potensi stunting yang diinisiasi pusat perbelanjaan di daerah itu.

“Kami ingin memperkuat publik agar pengetahuan kesehatan terhadap anak terus tumbuh,” kata pengelola pusat perbelanjaan Maria Lucia Lazuardi di Denpasar, Bali, Senin (23/3).

Ratusan balita itu berasal dari 10 banjar (setara dusun) yang aktif dalam kegiatan posyandu yang berada di dekat area pusat perbelanjaan tersebut di Kelurahan Tonja, Denpasar.

Pemeriksaan kesehatan dan edukasi tumbuh kembang anak itu dilakukan dengan menggandeng tim dokter spesialis dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Ngoerah Denpasar.

Tim dokter memeriksa kondisi fisik anak mencakup mengukur berat badan, tinggi badan dan kondisi tubuh secara umum.

“Program ini merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan Posyandu khususnya dalam menunjang kesehatan dan tumbuh kembang anak, sekaligus ini memaknai tiga tahun usia kami,” imbuhnya.

Tak hanya cek kesehatan anak, juga mengadakan donor darah, ibu hamil sebagai program sosial.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah melaksanakan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di 514 kabupaten/kota di 38 provinsi pada 2024 yang diungkapkan kepada publik pada 2025.

Adapun SSGI secara nasional mencatat penurunan prevalensi stunting dari 21,5 persen pada 2023 menjadi 19,8 persen pada 2024.

Elshinta Peduli

Dari hasil survei itu, angka prevalensi stunting di Bali tercatat yang paling rendah di Indonesia dengan realisasi mencapai 8,7 persen.

Semakin kecil angka prevalensi, maka dinilai semakin baik kondisi gizi balita di suatu daerah.

SSGI 2024 merinci bahwa Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Gianyar, keduanya berada di Bali menjadi yang terbaik pertama dan kedua secara nasional dengan prevalensi stunting paling kecil yakni masing-masing 5,2 dan 5,4 persen.

Sedangkan kabupaten lain di Bali masih lebih tinggi yakni Kabupaten Buleleng sebesar 14,8 persen, Karangasem (13 persen) dan Kota Denpasar (10,4 persen).

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News