Rhemedika dorong budaya cek kesehatan sebelum sakit melalui skrining berbasis komunitas

Model skrining kesehatan berbasis komunitas yang dilakukan oleh Rhemedi Medical Services.

By :  Widodo
Update: 2026-02-16 05:31 GMT
Elshinta Peduli

Upaya deteksi dini penyakit kronis di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Banyak kasus kesehatan seperti kelainan organ dalam baru teridentifikasi ketika telah memasuki tahap lanjut dan membutuhkan intervensi medis yang lebih kompleks.

Model skrining kesehatan berbasis komunitas yang dilakukan oleh Rhemedi Medical Services akhir pekan lalu (14/02/26) di lingkungan Waringin Permai, Jakarta Timur, menunjukkan pendekatan preventif yang patut dicermati. Puluhan warga sekitar mengikuti pemeriksaan kesehatan sejak pagi hari. Antusiasme terlihat dari antrean yang telah terbentuk sebelum jadwal pemeriksaan dimulai.

Pemeriksaan difokuskan pada skrining ultrasonografi (USG) organ intra abdomen serta evaluasi risiko kesehatan dasar. Dari hasil yang diperoleh, sekitar 1 per 3 warga teridentifikasi memiliki kondisi medis yang memerlukan evaluasi dan prosedur lebih lanjut.


Temuan ini memperlihatkan bahwa skrining di tingkat komunitas dapat menjadi instrumen penting dalam memetakan risiko kesehatan populasi sebelum berkembang menjadi kasus klinis berat. Pendekatan ini sekaligus menggeser paradigma layanan kesehatan dari kuratif menjadi promotif-preventif.

Perwakilan tim medis Rhemedi Medical Services, dr. Rheza Maulana S, BMedSc (Hons), SpRad, SH, MM, MARS, menyampaikan bahwa banyak penyakit tidak menular berkembang tanpa gejala pada tahap awal.

Tanpa skrining berkala, masyarakat kerap baru menyadari kondisi kesehatannya setelah muncul komplikasi. Peran USG disini adalah sebagai modalitas pencitraan yang tidak sakit, tanpa radiasi, relatof cepat, dan efektif digunakan untuk memberikan gambaran organ dalam abdomen manusia beserta kelainannya seperti organ hati, ginjal, pankreas, kantung empedu, limpa, kandung kemih, maupun prostat (pada pria) atau rahim (pada wanita).

Elshinta Peduli

Lebih lanjut lagi, dr. Rheza menambahkan bahwa keterlibatan struktur RT/RW dalam kegiatan ini dinilai berperan signifikan dalam meningkatkan partisipasi warga.

Pendekatan berbasis lingkungan diharapkan dapat bernilai efektif karena menghadirkan akses layanan kesehatan langsung ke komunitas, sekaligus membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pemeriksaan berkala.

Jika ditemukan kelainan, warga dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut sebelum penyakitnya bertambah parah.

"Ke depannya, model skrining komunitas seperti ini berpotensi menjadi bagian dari strategi kesehatan preventif yang lebih luas, terutama di kawasan urban dengan risiko penyakit tidak menular yang terus meningkat," ujarnya. (Dd)

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News