Destinasi wisata negara-negara yang lolos Pildun edisi 2026
Jelajahi destinasi wisata negara-negara yang lolos Pildun edisi 2026 lengkap dengan lokasi ikonik, fakta terbaru, dan daya tarik tiap negara peserta.
Destinasi wisata negara-negara yang lolos Pildun edisi 2026. (Sumber: AI Generated Image)
Gelaran Pildun edisi 2026 menjadi salah satu kampanye olahraga terbesar di dunia yang juga karena melibatkan sampai 48 negara. Selain dunia sepak bolanya secara sempit, ajang ini juga membuka peluang untuk kita mengeksplorasi lebih jauh terkait destinasi wisata negara-negara yang lolos Pildun di edisi 2026 ini. Sejatinya karena, banyak dari negara peserta memiliki landmark ikonik yang sudah dikenal dunia.
Turnamen ini akan berlangsung pada Juni–Juli 2026 di tiga negara tuan rumah yaitu, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Seiring babak kualifikasi berjalan sejak 2023 hingga 2025 di berbagai konfederasi, sejumlah negara kuat diproyeksikan lolos dan punya daya tarik wisata masing-masing.
Menara Eiffel di Prancis
Menara Eiffel di Paris dibangun pada tahun 1889 untuk Exposition Universelle. Tingginya mencapai 330 meter setelah penambahan antena, dan menurut data pengelola, situs ini menarik lebih dari 6 juta pengunjung setiap tahun sebelum pandemi.
Prancis merupakan juara Pildun edisi 2018 dan secara konsisten tampil dalam putaran final sejak 1998. Campuran antara prestasi sepak bola dan daya tarik wisata menjadikan negara ini salah satu tujuan menarik.
Patung Liberty di Amerika Serikat
Patung Liberty di New York City diresmikan pada 28 Oktober 1886 dan merupakan hadiah dari Prancis. Tingginya mencapai 93 meter dari dasar hingga obor, termasuk pedestal.
Sebagai tuan rumah utama Pildun edisi 2026, Amerika Serikat memiliki 11 kota penyelenggara. Data pariwisata nasional menunjukkan lebih dari 79 juta wisatawan internasional mengunjungi negara ini pada 2019, menjadikannya salah satu destinasi paling ramai di dunia.
Colosseum di Italia sebagai warisan sejarah Romawi
Colosseum di Roma dibangun antara tahun 70–80 M pada masa Kaisar Vespasianus dan Titus. Struktur ini mampu menampung sekitar 50.000 hingga 65.000 penonton pada masa kejayaannya.
Italia adalah juara dunia empat kali (1934, 1938, 1982, 2006) dan sejarahnya, negara ini selalu menjadi kandidat kuat dalam kualifikasi turnamen besar.
Gunung Fuji di Jepang sebagai ikon alam Asia
Gunung Fuji memiliki ketinggian 3.776 meter dan merupakan gunung tertinggi di Jepang. Situs ini diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak 2013.
Jepang telah lolos ke setiap edisi Piala Dunia sejak 1998. Data Japan National Tourism Organization mencatat lebih dari 31 juta wisatawan internasional berkunjung pada 2019, dengan Gunung Fuji sebagai salah satu tujuan utama.
Cristo Redentor di Brasil
Christ the Redeemer berdiri setinggi 30 meter di Rio de Janeiro dan selesai dibangun pada tahun 1931. Patung ini berada di puncak Gunung Corcovado pada ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut.
Brasil merupakan satu-satunya negara yang selalu tampil di setiap edisi Pildun sejak 1930 dan telah meraih lima gelar juara dunia.
Piramida Giza di Mesir sebagai keajaiban dunia kuno
Piramida Giza dibangun sekitar tahun 2.600 SM dan termasuk dalam Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang masih bertahan hingga saat ini.
Mesir kerap kali jadi wakil kuat Afrika dalam kualifikasi Pildun, dengan penampilan terakhir di 2018.
Sagrada Familia di Spanyol
Sagrada Familia mulai dibangun pada tahun 1882 dan dirancang oleh Antoni Gaudí. Hingga 2025, pembangunan masih berlangsung dengan target penyelesaian dalam dekade ini.
Spanyol merupakan juara Pildun edisi 2010 dan konsisten berada di peringkat atas sepak bola dunia.
Burj Khalifa di Uni Emirat Arab sebagai gedung tertinggi dunia
Burj Khalifa memiliki ketinggian 828 meter dan diresmikan pada 4 Januari 2010 di Dubai.
Uni Emirat Arab mengalami perkembangan pesat dalam infrastruktur olahraga dan pariwisata, meskipun partisipasi Pildun masih terbatas dibanding negara lain.
Air terjun Niagara di Kanada
Kanada melengkapi jajaran tuan rumah dengan menawarkan fenomena alam air terjun Niagara yang terletak di perbatasan Ontario dengan negara bagian New York. Destinasi ini terdiri dari tiga air terjun besar, yaitu Horseshoe Falls, American Falls, dan Bridal Veil Falls, yang secara kolektif menghasilkan debit air tertinggi di dunia.
Toronto merupakan salah satu kota penyelenggara pertandingan, wisatawan dapat menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam untuk mencapai lokasi ini.
Destinasi wisata ikonik di seluruh Kanada ini menyediakan berbagai fasilitas seperti kapal Journey Behind the Falls dan Skylon Tower yang memberikan sudut pandang vertikal dari ketinggian 160 meter.
Keindahan alam ini menjadi destinasi unggulan bagi penonton yang ingin menikmati suasana di luar stadion selama jeda jadwal pertandingan.
Gedung Opera Sydney di Australia
Australia merupakan wakil Asia (AFC) yang telah memastikan diri lolos kualifikasi sejak putaran ketiga. Destinasi paling representatif dari negara ini adalah Sydney Opera House yang terletak di Bennelong Point, Sydney Harbour.
Bangunan yang dirancang oleh arsitek Denmark, Jørn Utzon, ini diresmikan pada 20 Oktober 1973 dan dikenal karena desain atapnya yang menyerupai layar kapal atau cangkang putih yang bersusun secara geometris.
Gedung ini merupakan pusat seni pertunjukan yang menyelenggarakan lebih dari 1.500 pertunjukan setiap tahunnya, mulai dari opera, teater, hingga konser musik modern.
Kompleks ini telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2007 karena inovasi arsitektural dan teknik konstruksinya yang luar biasa. Bagi para pelancong, area sekitar gedung ini juga menawarkan pemandangan langsung ke Harbour Bridge, menjadikannya pusat aktivitas pariwisata paling dinamis di kawasan Oseania.
Antara sepak bola dan keindahan dunia
Dengan semakin luasnya partisipasi negara dalam Pildun edisi 2026, banyak sekali daftar destinasi wisata yang dapat kamu pertimbangkan. Seringkali peningkatan mobilitas wisatawan ketika turnamen besar berlangsung, hal ini membuat kombinasi sepak bola dan pariwisata sebagai fenomena yang saling mendukung di seluruh dunia.


