DTW Jatiluwih optimistis kunjungan wisatawan asing meningkat
Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, yang berlokasi di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, berkomitmen untuk terus berbenah menjadi lebih baik pada 2026.
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.
Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, yang berlokasi di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, berkomitmen untuk terus berbenah menjadi lebih baik pada 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Manager DTW Jatiluwih John Ketut Purna dalam perayaan HUT Ke-55 ASITA di Kota Denpasar, Bali.
Saat ini kondisi kawasan wisata alam yang menjadi warisan budaya dunia ini telah kembali kondusif dan aman untuk dikunjungi, setelah dilakukan pencopotan seng yang sebelumnya sempat menutupi hamparan sawah.
Menurut John, hal ini merupakan dampak daripa protes yang dilakukan oleh sejumlah petani dengan memberi pagar seng di area sawah berundak itu berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan terutama wisatawan mancanegara atau wisatawan asing.
John menyebut, sejak keindahan sawah berundak di Kaki Gunung Batu Karu itu ditutup dengan seng, kunjungan wisatawan selama Desember 2025 menurun hingga 80 persen.
“Sebenarnya tiga wholeseller Jerman sudah memblokir tidak ke Jatiluwih dan Prancis juga, sebagian wholeseller Prancis juga tidak menjual Jatiluwih,” kata Manager DTW Jatiluwih John Ketut Purna, Senin (12/1).
Ia menegaskan bahwa keselamatan dan adanya seng yang menutupi keindahan Jatiluwih menjadi alasan utama travel agent luar negeri untuk tidak menjual Jatiluwih kepada wisatawan.
Menurut John, untuk memulihkan kunjungan wisatawan memerlukan waktu 3 sampai 6 bulan. Untuk itu, pengelola DTW Jatiluwih saat ini kembali gencar mempromosikan kondisi Jatiluwih yang telah kondusif kepada seluruh travel agent.
Ia juga meminta seluruh travel agent, ASITA dan paguyuban pariwisata lainnya untuk kembali menjual wisata Jatiluwih kepada wisatawan asing maupun domestik.
“Mudah-mudahan nanti teman-teman di ASITA agar menyampaikan ke partnernya yang di luar negeri untuk menginfornasikan bahwa Jatiluwih sudah kondusif, aman-aman saja dan tidak ada seng lagi di sini,” tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Senin (12/1).
Di sisi lain, Ia juga berharap, masyarakat Jatiluwih terutama petani untuk tidak mudah terhasut oleh kepentingan pribadi orang yang mengatasnamakan petani untuk merusak citra Jatiluwih di mata dunia.


