Kunjungan wisata Banten capai 700 ribu, didominasi Jabodetabek
Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten mencatat tingkat kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi di daerah tersebut menembus angka 700 ribu orang yang didominasi berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), dengan mayoritas kunjungan memadati kawasan pesisir pantai.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten mencatat tingkat kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi di daerah tersebut menembus angka 700 ribu orang yang didominasi berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), dengan mayoritas kunjungan memadati kawasan pesisir pantai.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, di Serang, Jumat, mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi dari 60 persen data yang telah masuk melalui 110 titik pantauan hingga Kamis (26/3) malam.
"Paling banyak kawasan pantai, terutama di Sawarna, Bagedur, Pasir Putih, Florida, dan Carita. Wisatawan didominasi dari wilayah Jabodetabek, termasuk Bogor dan Tangerang," kata Eli.
Eli menjelaskan, lonjakan kunjungan tertinggi terjadi pada hari kedua dan ketiga masa libur (H+2 dan H+3). Meski sempat landai pada hari keempat, pihaknya memprediksi volume wisatawan akan kembali meningkat pada momentum akhir pekan, yakni tanggal 28-29 Maret.
Untuk perbandingan total kunjungan secara keseluruhan dengan tahun sebelumnya, Dispar Banten masih menunggu data rampung pada tanggal 30 Maret mendatang.
Selama masa libur, Dispar Banten turut memantau sejumlah kendala dan insiden di lapangan. Keluhan terbanyak dari wisatawan meliputi kemacetan lalu lintas di titik-titik tertentu dan cuaca terik.
Selain itu, terdapat pula insiden kecelakaan laut ringan seperti wisatawan yang terkena karang, tersengat binatang laut, hingga beberapa pengunjung yang terseret ombak.
Terkait adanya keluhan keamanan dan kenyamanan pengunjung, seperti laporan kehilangan sepeda motor hingga praktik pedagang makanan yang mengecewakan wisatawan, Eli menegaskan bahwa hal tersebut menjadi evaluasi bersama untuk terus menggalakkan program sadar wisata di lingkungan masyarakat sekitar destinasi.
"Ini pekerjaan rumah (PR) kita bersama untuk mengedukasi masyarakat. Kalau pariwisata Banten ingin maju, tidak hanya sekadar destinasinya yang indah, tetapi harus didukung oleh kesadaran masyarakat seperti menjaga keramahtamahan dan tidak memaksa saat berjualan," ujarnya.


