Mendikdasmen tegaskan guru wajib kuasai AI
Teknologi Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mengalami perkembangan yang sangat masif dan membawa perubahan di banyak sektor.
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.
Teknologi Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mengalami perkembangan yang sangat masif dan membawa perubahan di banyak sektor. Bagi yang tidak menguasai hal ini bisa membuatnya tertinggal jauh tetapi bagi yang mampu menguasai maka bisa menjadi digdaya. Munculnya teknologi AI juga berdampak dalam dunia ketenagakerjaan karena banyak pekerjaan yang akan hilang tetapi juga memunculkan pekerjaan-pekerjaan baru.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., mengatakan bahwa kecerdasan artifisial merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan. Namun demikian, AI harus dimanfaatkan secara bijak sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran pendidik. Menurutnya, teknologi justru perlu diarahkan untuk memperkuat kapasitas guru dan meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. AI merupakan teknologi masa kini yang telah banyak mempengaruhi aspek kehidupan.
"Dunia utara (negara-negara maju) sudah geger dengan AI, tapi di dnuia selatan (negara berkembang dan miskin) banyak yang memang belum paham dan belum siap dengan itu, sementara trend AI banyak digunakan diberbagai sektor sudah luas. Dan dalam konteks ketenagakerjaan, bicara tentang AI dan ancaman terhadap keberlangsungan didunia kerja, banyak pekerjaan yang hilang, tapi disisi lain juga banyak pekerjaan baru yang bisa diciptakan karena AI. Bagi yang tidak menguasai ini jadi masalah, tapi yang menguasai akan sangat digdaya,"ujar Prof. Dr. Abdul Mu’ti, pada seminar ‘AI dan Peningkatan Mutu Pendidikan Untuk Semua’ di Ballroom Gedung IKA Univeritas Negeri Yogyakarta, pada Sabtu, (24/1/26).
Penguasaan teknologi AI sangat penting termasuk bagi para guru juga harus bisa menguasai AI. Menurutnya, dalam dunia pendidikan, teknologi AI harus dimanfaatkan agar bisa berkontribusi nyata. Kehadiran AI harusnya juga dimanfaatkan dalam mengatasi masalah kesenjangan pendidikan yang masih terjadi di Indonesia. Di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini telah ada kebijakan bahwa teknologi AI menjadi pelajaran pilihan mulai dari kelas 5 SD sampai menengah.
"AI banyak pengaruhi berbagai aspek kehidupan, maka sangat penting lagi AI ini bagaimana kontribusinya dalam membangun atau mewujudkan pendidikan yang mendukung semua, sehingga penguasaan AI sangat penting bagi para Guru," imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Senin (26/1).
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Prof. Sumaryanto, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam menyikapi transformasi digital. Rektor UNY menyampaikan bahwa pemanfaatan AI harus diarahkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, memperluas akses pendidikan, serta menjaga nilai-nilai humanistik yang menjadi fondasi pendidikan nasional. Sementara Dr. Ir. Bambang Riyanta, S.T., M.T., Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, tampil sebagai narasumber kedua dengan tema “Bisakah AI Menggantikan Manusia (Guru)”. Diskusi ini memantik perhatian peserta dengan mengulas batasan kemampuan AI dalam pendidikan serta menegaskan bahwa peran guru tetap tidak tergantikan, khususnya dalam pembentukan karakter, empati, dan nilai kemanusiaan.
Ketua DPP IKA UNY Prof. Suyanto menyampaikan bahwa Karangmalang Education Forum merupakan wujud kontribusi alumni UNY dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional. Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog dan kolaborasi lintas sektor untuk merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan dan peluang pendidikan di era kecerdasan artifisial. Guru Besar UNY tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 340 peserta secara daring dan lebih dari 800 orang secara luring yang terdiri dari pendidik, mahasiswa, alumni, pemerhati pendidikan, serta masyarakat umum.
Karangmalang Education Forum menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan akademisi yang memiliki perhatian besar terhadap transformasi pendidikan di era digital. Forum ini juga menghadirkan Prof. Dr. Ismunandar, Staf Ahli Menteri Kebudayaan RI, sebagai narasumber pertama dengan topik “Budaya Belajar di Era AI”. Ia mengulas perubahan paradigma belajar akibat pesatnya perkembangan teknologi digital, sekaligus menekankan pentingnya membangun budaya belajar yang kritis, kreatif, dan tetap berakar pada nilai-nilai kebudayaan bangsa. Karangmalang Education Forum (KEF) diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (DPP IKA UNY) sebagai ruang diskusi strategis untuk merespons perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan. Forum bertema ‘AI dan Peningkatan Mutu Pendidikan Untuk Semua’ ini diikuti peserta secara luring dan daring melalui Zoom Meeting.


