Huawei perkuat jaringan 5G-A di MWC 2026, siapkan fondasi 6G
Huawei perkenalkan inovasi transport network 5G-Advanced di MWC Barcelona 2026 menuju evolusi 6G.
Perusahaan teknologi global Huawei memperkenalkan peningkatan komprehensif solusi transport jaringan seluler dalam ajang Mobile World Congress Barcelona 2026 yang digelar di Barcelona. Inovasi tersebut difokuskan pada penguatan teknologi 5G-Advanced (5G-A) yang diproyeksikan menjadi fondasi menuju evolusi jaringan 6G di masa depan.
Dalam pengembangan terbarunya, Huawei meningkatkan rangkaian solusi mobile transport network dengan menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni broadband ultra-lebar yang hemat energi, kemampuan deteksi hambatan jaringan, serta otonomi jaringan yang mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan layanan digital generasi berikutnya.
Perkembangan teknologi komunikasi global saat ini juga menunjukkan bahwa lebih dari 20 negara telah menetapkan alokasi spektrum frekuensi U6G untuk jaringan seluler. Spektrum tersebut dinilai mampu menghadirkan bandwidth yang lebih besar dan cakupan jaringan yang lebih luas, sehingga meningkatkan kinerja layanan 5G-Advanced serta pengalaman pengguna.
Dengan dukungan teknologi tersebut, jaringan 5G-A diproyeksikan mampu menyediakan konektivitas berkecepatan tinggi yang dibutuhkan berbagai layanan digital masa depan, seperti extended reality (XR) berbasis seluler hingga kolaborasi cloud untuk kebutuhan bisnis. Kecepatan jaringan bahkan diperkirakan dapat melampaui 10 gigabit per detik.
Namun, peningkatan kapasitas layanan digital juga memicu lonjakan trafik pada jaringan transport seluler hingga sepuluh kali lipat. Kondisi ini menuntut peningkatan kapasitas bandwidth pada infrastruktur jaringan dasar agar mampu menampung pertumbuhan trafik data yang semakin besar.
Di sisi lain, jaringan transport seluler konvensional umumnya memiliki topologi yang kompleks karena memadukan teknologi gelombang mikro dan serat optik dalam berbagai bentuk jaringan, seperti topologi cincin, rantai panjang, maupun bintang. Struktur tersebut berpotensi mengalami fluktuasi bandwidth akibat faktor cuaca atau lonjakan trafik lokal yang dapat memicu kemacetan jaringan serta menurunkan kualitas layanan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Huawei memperkenalkan generasi terbaru solusi transport jaringan seluler 5G-A dengan tiga kemampuan utama.
Kemampuan pertama adalah teknologi ultra-broadband hemat energi yang mampu menekan total cost of ownership (TCO) hingga 30 persen. Teknologi ini menghadirkan router base station dengan konektivitas hingga 10GE atau 25GE ke lokasi, 100GE untuk cincin akses, serta dapat ditingkatkan hingga 400GE untuk mendukung pengembangan jangka panjang jaringan 5G-Advanced dan spektrum U6G. Sistem penghematan energi yang terintegrasi juga mampu menghemat sekitar 3 juta kWh listrik untuk 1.000 perangkat selama tiga tahun.
Kemampuan kedua adalah deteksi hambatan jaringan secara cerdas. Teknologi ini terintegrasi dengan sistem manajemen jaringan berbasis SRv6 dan Network Cloud Engine (NCE) sehingga operator dapat mengidentifikasi titik kemacetan trafik dengan lebih cepat. Sistem tersebut juga mampu memberikan rekomendasi optimalisasi maupun ekspansi jaringan secara otomatis, yang berpotensi meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus mendorong konsumsi data hingga lebih dari 20 persen.
Kemampuan ketiga adalah otonomi jaringan yang meningkatkan efisiensi operasional dan pemeliharaan. Dengan memanfaatkan teknologi Optical Time Domain Reflectometer (OTDR) serta algoritma self-diagnostic, sistem dapat mendeteksi kerusakan serat optik dalam hitungan menit sehingga mengurangi kebutuhan inspeksi manual dan meningkatkan efisiensi penentuan lokasi gangguan hingga 20 persen.
Huawei menilai solusi transport jaringan seluler generasi baru ini dapat membantu operator telekomunikasi membangun jaringan dengan biaya operasional yang lebih efisien, sekaligus membuka peluang monetisasi baru dari layanan 5G-Advanced di era kecerdasan buatan.
Ke depan, Huawei akan terus mengembangkan inovasi jaringan dengan fokus pada bandwidth ultra-tinggi, sinkronisasi waktu yang lebih presisi, serta latensi ultra-rendah yang deterministik sebagai bagian dari persiapan menuju evolusi jaringan 6G di masa mendatang. (ADP)


