Di tengah gempuran BEV, Suzuki pilih jalur “multi-pathway”

Di tengah gempuran peluncuran kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) yang kian masif, terutama dari pabrikan asal China, Suzuki memilih mengambil langkah berbeda.

Update: 2026-01-30 08:50 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com

Indomie

Di tengah gempuran peluncuran kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) yang kian masif, terutama dari pabrikan asal China, Suzuki memilih mengambil langkah berbeda.

Pabrikan asal Jepang ini menegaskan tidak terburu-buru mengikuti tren BEV secara agresif, melainkan fokus pada strategi global yang disebut sebagai multi-pathway.

“Secara strategi, kami tidak hanya melihat Indonesia, tapi secara global adalah multi-pathway. Jadi kami menawarkan beberapa solusi berkaitan dengan penurunan emisi karbon,” kata Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT SIS Dony Saputra, di Jakarta, Kamis.

Dony menyebut, Suzuki melihat upaya penurunan emisi karbon tidak bisa diselesaikan dengan satu solusi teknologi saja.

Strategi multi-pathway yang dimaksud mencakup berbagai teknologi ramah lingkungan, mulai dari kendaraan hybrid, penggunaan energi alternatif, hingga BEV.

Namun, Suzuki menilai bahwa penerapan teknologi tersebut harus disesuaikan dengan kondisi pasar, kebutuhan konsumen, serta lingkungan di masing-masing negara.

“Tidak serta-merta dalam bentuk BEV. Kami menawarkan beberapa teknologi, ada hybrid, kemudian energi alternatif lainnya, maupun BEV,” lanjutnya.

Pendekatan ini sekaligus menjelaskan mengapa Suzuki belum terlihat agresif meluncurkan banyak model mobil listrik murni di Indonesia, berbeda dengan sejumlah merek lain yang tengah gencar memperkenalkan BEV sebagai solusi utama.

Suzuki berharap, ke depan seluruh teknologi tersebut dapat diperkenalkan secara bertahap di Indonesia, dengan mempertimbangkan kesiapan ekosistem serta karakter konsumen nasional.

Elshinta Peduli

“Kami berharap semuanya nanti bisa kami introduce di Indonesia, sehingga lebih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen, serta lingkungan yang ada di sekitar konsumen,” ujarnya.

Di Indonesia saat ini selain merupakan model berbahan bakar fosil, Suzuki berfokus pada teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang efisien dan terjangkau. Lini produknya meliputi Ertiga Hybrid, Xl7 Hybrid, Grand Vitara, Suzuki Fronx Hybrid, hingga Ertiga yang juga diberi opsi tenaga hibrida

Secara teknologi, sebetulnya Suzuki global memiliki mobil Battery Electric Vehicle(BEV) melalui model Suzuki e-Vitara, yang merupakan mobil listrik global pertama mereka.

Kabarnya, e-Vitara, yang berbasis konsep eVX ini juga diagendakan untuk masuk ke pasar Indonesia dan diproduksi massal untuk berbagai negara. Mobil ini juga sempat dipamerkan di ajang GIIAS 2025.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News