Gantikan ayah, Aniq Muhammad bisa berangkat haji lebih cepat

Sebanyak 1.210 jamaah haji asal Kabupaten Kudus Jawa Tengah telah melakukan manasik haji terakhir sebelum berangkat ke Tanah Suci pada bulan Mei mendatang.

Update: 2026-04-24 01:10 GMT

Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Sebanyak 1.210 jamaah haji asal Kabupaten Kudus Jawa Tengah telah melakukan manasik haji terakhir sebelum berangkat ke Tanah Suci pada bulan Mei mendatang. Salah satu jamaah haji yang akan berangkat yakni Aniq Muhammad Maki (35) warga Desa Kajeksan Kecamatan Kota kabupaten Kudus. Ia berangkat bersama isteri dan ibunya.

Aniq menjadi mempunyai kisah tersendiri karena bisa berangkat haji lebih cepat usai menerima pelimpahan jatah haji dari ayahnya yang meninggal dunia.

Aniq yang tergabung dalam kloter 41 tersebut awalnya mendaftar haji untuk dirinya pada 2020 dengan estimasi keberangkatan tahun 2049. Namun, setelah sang ayah wafat, jatah haji dialihkan kepadanya sehingga ia dapat berangkat lebih cepat pada musim haji 2026 ini.

“Saya mendaftar haji tahun 2020 jadi estimasi keberangkatan tahun 2049, tapi karena bapak meninggal, jadi saya dapat berangkat lebih awal dampingi ibu mengantikan ayah,” ujarnya, Kamis (23/4).

Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan sejak mendapatkan informasi dalam beberapa bulan terakhir ini. Selain melengkapi kebutuhan perlengkapan haji juga rutin menjalani latihan fisik untuk menjaga stamina. Bersama keluarganya membiasakan berjalan kaki mengelilingi Alun-alun Simpang Tujuh Kudus sebanyak tujuh hingga sepuluh putaran setiap pagi. Hal ini dilakukan agar tubuh siap menghadapi aktivitas ibadah yang padat di Tanah Suci.

Ketua Panitia Pendampingan Pemberangkatan dan Pemulangan Haji (P4H) JHK IPHI Kudus, Deka Hendratmanto, mengatakan total calon jamaah haji asal Kudus tahun ini mencapai 1.210 orang termasuk petugas baik itu TKHD maupun TPHD.

Jamaah haji ini terbagi dalam kloter 40, 41, 42, 43 dan 44 yang dijadwalkan berangkat secara bertahap pada 4 hingga 6 Mei 2026. "Ada dua orang jamaah asal Tegal yang akan gabung dengan jamaah haji asal Kudus karena mengantikan jemaah haji Kudus yang meninggal", ujarnya.

Deka menghimbau kepada jamaah haji mengingat kondisi cuaca di Tanah Suci diperkirakan mencapai sekitar 40 derajat Celsius, maka jamaah diminta menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas berat sebelum keberangkatan.

“Fokus pada kesiapan fisik dan ibadah, terutama saat menjalani rangkaian Armuzna yang cukup menguras tenaga,” imbaunya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Jumat (24/4).

Tags:    

Similar News