China: Kedaulatan Lebanon tidak boleh dilanggar

Update: 2026-04-10 07:20 GMT

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning. /ANTARA/Desca Lidya Natalia

Indomie

 Pemerintah China mengecam serangan Israel ke Lebanon dan menyebut kedaulatan suatu negara tidak boleh dilanggar serta warga sipil pun harus dilindungi. Hal itu disampaikan terkait dengan serangan udara besar-besaran Israel ke daerah Dahiyeh, sebelah selatan Beirut, Lebanon, pada Rabu (8/4).

"Kedaulatan dan keamanan Lebanon tidak boleh dilanggar. Warga sipil dan harta benda mereka harus dilindungi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (9/4).

Tentara Israel sebelumnya menyatakan telah menyerang lebih dari 100 lokasi dalam waktu 10 menit di Beirut, Lembah Beqaa, dan Lebanon selatan.

Serangan pada Rabu tercatat sebagai "gelombang terbesar" sejak pecahnya konflik antara Israel dan kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah, pada 2 Maret lalu. Jumlah korban tewas akibat serangan Israel sedikitnya dilaporkan 254, termasuk 92 di Beirut, selain itu 1.165 lainnya terluka akibat serangan Israel di seluruh Lebanon.

"Kami menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk tetap tenang dan menahan diri serta meredakan situasi di kawasan tersebut," tambah Mao Ning.

Ia juga meminta pihak-pihak terkait akan memanfaatkan kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai Iran dan Amerika Serikatp sebagai kesempatan untuk menyelesaikan perselisihan melalui cara politik dan diplomatik dan mengakhiri konflik. Serangan-serangan tersebut terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat pada Selasa (7/4) mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan guna membuka jalan bagi kesepakatan untuk mengakhiri agresi AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026.

Elshinta Peduli

Menyusul pengumuman gencatan senjata, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan Teheran akan memulai pembicaraan dengan AS di Islamabad, Jumat (10/4). Menurut Lebanon News Agency (NNA) jet-jet tempur Israel melakukan serangan udara di beberapa kota, termasuk Kafra, Jmaijmeh, Safad al-Battikh, Majdal Selm, Deir Antar, serta daerah sekitar jembatan Qasmiyeh.

Presiden AS Donald Trump mengatakan penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran karena keterlibatan gerakan Hizbullah meski begitu Trump menyebut telah meminta kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu untuk mengurangi serangan terhadap Lebanon.

Namun, Iran menganggap ini sebagai pelanggaran gencatan senjata yang dicapai pihaknya dengan Washington. Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa berlanjutnya serangan Zionis Israel ke Lebanon dapat membuat negosiasi gencatan senjata yang dilangsungkan pihaknya dengan Amerika Serikat "sia-sia".

"Berlanjutnya serangan akan membuat negosiasi sia-sia; jari kami tetap berada di pelatuk, dan Iran tidak akan meninggalkan saudaranya di Lebanon," kata Pezeshkian melalui media sosial X, Kamis (9/4).

Kantor Berita Fars lebih lanjut juga melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz menyusul serangan tersebut. Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan jumlah korban tewas sejak 2 Maret bertambah menjadi 1.739 orang dan korban luka-luka mencapai 5.873 orang.

Selain itu, ada 138.000 orang yang berlindung di 678 lokasi penampungan kolektif, dan sebagian besar pengungsi, atau lebih dari 800.000 orang, tersebar di berbagai komunitas penampung (host community) atau lingkungan informal, seringkali memiliki akses ke layanan dasar yang sangat terbatas.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News