Indonesia-Turkiye gelar pertemuan 2+2, bahas keamanan hingga industri pertahanan
Foto: M Riskianto
ELSHINTA - Indonesia dan Turkiye menggelar pertemuan tingkat menteri untuk memperkuat kerja sama strategis kedua negara. Pertemuan bertajuk 2+2 ini mempertemukan menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia dan Turkiye di Ankara, Jumat (9/1/2026).
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan seluruh persiapan pertemuan telah diselesaikan.
"Indonesia telah menyelesaikan persiapan dengan Turkiye menjelang pertemuan "2+2" antara menteri luar negeri dan pertahanan kedua negara di Ankara pada, Jumat (9/1) hari ini", Ujar Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementrian luar negeri RI, Grata Endah Werdaningtyas, di Ankara, Turkiye.
Grata mengatakan pertemuan ini merupakan tindak lanjut kesepakatan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Turkiye Tayyip Erdogan. Kesepakatan tersebut berada dalam kerangka Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi kedua negara.
Ia menyebut koordinasi akhir telah dilakukan bersama pejabat Turkiye. Pembicaraan dilakukan dengan Direktur Jenderal Asia-Pasifik Turkiye, Korkut Gungen.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Turkiye, Achmad Rizal Purnama.
"Diskusi berjalan lancar dan konstruktif, mencerminkan komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk memastikan pertemuan bersejarah ini membawa manfaat nyata bagi hubungan bilateral, pembicaraan ini menegaskan niat Indonesia dan Turkiye untuk memperdalam kemitraan strategis, terutama di sektor prioritas dan kerja sama pertahanan", Ujar Grata.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri menyebut agenda 2+2 mencakup sejumlah bidang penting. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyampaikan hal tersebut pada 8 Januari 2025.
Ia mengatakan pembahasan meliputi keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, dan energi. Pertemuan juga membahas kerja sama industri pertahanan dan isu kawasan. Isu kawasan tersebut mencakup Eropa, Asia Tenggara, dan Pasifik.
Setelah pertemuan di Ankara, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dijadwalkan bertemu Presiden Erdogan di Istanbul. Pertemuan tersebut akan berlangsung pada Sabtu, (10/1/2026)
Sugiono juga akan mengundang Presiden Erdogan menghadiri KTT D-8 di Indonesia. KTT D-8 dijadwalkan berlangsung pada April mendatang.
M.Riskianto/Rama


