Laporan: Personel RI di ISF siap diterjunkan ke Gaza pada Mei 2026

Update: 2026-03-15 01:00 GMT

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan paparan dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026). Dalam paparannya, Menlu Sugiono mengumumkan capaian diplomasi Indonesia sepanjang tahun 2025 salah satunya yaitu menegaskan peran aktif Indonesia dalam pembahasan pembentukan International Stabilization Force (ISF) sebagai langkah transitional untuk memastikan terwujudnya gencatan senjata permanen sekaligus membuka akses bantuan kemanusiaan di Gaza. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/pri.

Indomie

Pasukan internasional untuk Jalur Gaza yang mencakup personel dari Indonesia dilaporkan akan mulai diterjunkan ke Jalur Gaza pada Mei 2026 dalam rangka implementasi tahapan selanjutnya dari rencana pemulihan Gaza yang dirancang Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menurut laporan media publik Israel KAN, Sabtu, pasukan stabilisasi internasional (ISF) yang terdiri dari 5.000 personel asal Indonesia serta puluhan lainnya dari Kazakhstan, Maroko, Albania dan Kosovo tersebut, akan dapat beroperasi di Gaza mulai 1 Mei 2026. Pasukan tersebut terlebih dahulu dikerahkan di sekitar kota Palestina di wilayah Rafah, Gaza selatan, yang dibangun ulang dengan dukungan Uni Emirat Arab (UEA), sebelum disebar ke wilayah lain di Gaza.

Delegasi militer dari peserta pasukan internasional tersebut diperkirakan akan tiba di Israel dalam dua pekan ini untuk melaksanakan pemantauan di wilayah Gaza menjelang penerjunan pasukan.

Para personel kemudian akan disebar di wilayah Gaza hingga di dekat "garis kuning", perbatasan sementara di Gaza yang menandai batas keberadaan pasukan Israel berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang memisahkan wilayah yang masih diduduki Israel dengan area yang dapat ditinggali warga Palestina di Gaza.

Laporan KAN juga menyebut bahwa ratusan personel asing tersebut akan diberangkatkan ke Yordania bulan depan dalam rangka pelatihan sebelum diterjunkan ke Gaza sebagai bagian dari pasukan internasional.

Pada 9 Februari, media Israel tersebut mewartakan terkait dimulainya persiapan bagi kedatangan ribuan personel Indonesia yang akan menjadi bagian pasukan stabilisasi internasional tersebut, sebagaimana ditetapkan dalam rencana Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.

Elshinta Peduli

Adapun pada 16 Januari lalu, Gedung Putih mengumumkan struktur pemerintahan transisional di Gaza akan mencakup Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP), dewan eksekutif Gaza, Komite Nasional Administrasi Gaza (NCGA), dan pasukan stabilisasi internasional.

Pasukan tersebut akan mengawasi operasi pengamanan di Gaza, melucuti kelompok bersenjata, serta memastikan kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan dan material rekonstruksi infrastruktur.

Langkah tersebut ditempuh dalam rangka implementasi tahap kedua Rencana 20 Poin Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza, sebagaimana didukung oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) melalui Resolusi 2803 pada 17 November 2025.

Sementara itu pada 6 Maret, Indonesia mengumumkan kemungkinan keluar dari Dewan Perdamaian apabila badan tersebut gagal mendukung kemerdekaan Palestina. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan langkah tersebut saat mengundang lebih dari 160 cendekiawan dan pemuka agama Islam untuk berdialog di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Proses perdamaian di Gaza tersebut berlangsung menyusul kesepakatan gencatan senjata yang tercapai pada 10 Oktober 2025 setelah genosida selama 2 tahun di Jalur Gaza oleh pasukan Zionis Israel yang menyebabkan lebih dari 72.000 warga Palestina tewas serta 171.000 orang lainnya cedera.

Agresi Zionis Israel tersebut diperkirakan menghancurkan sekitar 90 persen dari infrastruktur sipil Jalur Gaza, dengan total biaya pemulihan mencapai 70 miliar dolar AS, menurut perkiraan PBB.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News