Pesona Haji ramah Lansia di Jumat perdana Masjid Nabawi
Jemaah lansia tiba di Tanah Suci, musim haji 2026
Pelaksanaan salat Jumat perdana di Masjid Nabawi mendapat perhatian khusus PPIH Arab Saudi Daker Madinah, seiring komitmen Kemenhaj menghadirkan layanan Haji Ramah Lansia dan Disabilitas. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Khalilurrahman memastikan bahwa dedikasi petugas di lapangan adalah kunci terwujudnya visi Tri Sukses Haji yang membahagiakan umat.
Petugas diinstruksikan untuk memiliki kepekaan tinggi terhadap gerak-gerik jemaah, khususnya para lansia. "Kami menghimbau supaya terus memantau pergerakan jemaah, jika melihat jemaah yang sendirian agar didampingi," ujar Khalilurrahman, di Madinah, Kamis (23/4/2026)
Kolaborasi antar petugas sangat ditekankan untuk memastikan kebutuhan jemaah rentan terpenuhi dengan baik. "Petugas kloter dengan bekerjasama rombongan dan regu tentu mereka akan bahu membahu saling membantu jika seandainya ada jemaah disabilitas atau lansia," jelasnya.
Meski layanan maksimal tersedia, kesehatan jemaah lansia tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya. "Jemaah yang memang secara fisik tidak memungkinkan untuk salat, cukuplah salat di hotel masing-masing," imbaunya dengan penuh empati.
Kehadiran petugas berseragam di tengah lautan manusia menjadi oase bagi jemaah yang membutuhkan pertolongan cepat. "Pentingnya menggunakan seragam karena jemaah membutuhkan kita ketika mereka tiba-tiba pingsan, sakit, kemudian sandalnya hilang," tuturnya.
Disiplin berpakaian petugas bukan sekadar aturan, melainkan bentuk perlindungan nyata bagi jemaah di lapangan. "Kalau seandainya petugas tidak menggunakan seragam, maka kepada siapa jemaah minta pertolongan?" tanyanya menegaskan.
Pengawasan ketat pun dilakukan untuk memastikan petugas berdedikasi tinggi sesuai dengan pakta integritas. "Untuk menilai sejauh mana komitmen kedisiplinan petugas di dalam mematuhi pakta integritas dan juga komitmen yang telah dibangun," paparnya.
Edukasi cuaca juga terus digaungkan agar jemaah tetap nyaman beribadah tanpa mengeluh kepanasan. "Siang hari bisa mencapai 35 derajat celcius, oleh karena itu kami menghimbau kepada jemaah jangan lupa membawa alat pelindung diri," pesannya.
Perhatian pada detail kecil seperti alas kaki menunjukkan betapa Kemenhaj mempedulikan keselamatan jemaah. "Potensi jemaah ketika dia lupa meletakkan sandalnya dan pulang tidak menggunakan sandal, maka banyak jemaah nanti yang kakinya melepuh," ungkapnya.
Solusi hangat dan cepat tanggap langsung diberikan jika jemaah menghadapi masalah kehilangan sandal. "Cari petugas, nanti petugas di area Masjid Nabawi sudah punya stok sandal," jaminnya.
Kesehatan jamaah turut dijaga melalui panduan konsumsi air minum yang ramah bagi fisik lansia. "Minum tiga sekali teguk dikit-dikit setiap 20 sampai 30 menit agar tidak dehidrasi," sarannya.
Jemaah selalu diingatkan untuk menjaga kebersamaan guna memupuk ukhuwah dan mencegah tersesat. "Jangan lupa untuk ketika ke masjid jangan sendiri-sendiri, upayakan beregu 10 orang," pesannya.
Manajemen pergerakan jemaah diatur sedemikian rupa agar mereka tidak berdesakan di pintu masjid. "Himbauan kami berangkat mungkin sekitar jam 10 atau 10.30, karena kalau sudah jam 11 sudah padat," urainya.
Jemaah pun dibekali pemahaman untuk selalu mengamankan identitas dirinya di manapun berada. "Jangan lupa membawa kartu identitas dalam hal ini adalah kartu nusuk, kemudian juga jangan lupa membawa kartu hotel," pungkas Khalilurrahman.
Bhery Hamzah/Ter