Purbaya sebut investor global respons positif arah kebijakan fiskal RI
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa paparkan strategi disiplin anggaran di hadapan investor Wall Street dan lembaga keuangan internasional di Washington DC.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa arah kebijakan fiskal Indonesia mendapatkan respons positif dari lembaga internasional dan investor global. Hal tersebut mengemuka dalam rangkaian pertemuan tahunan yang berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat.
Purbaya memaparkan strategi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan komitmen disiplin anggaran. Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah pengelola aset besar dunia, termasuk Goldman Sachs Asset Management, Fidelity Investments, Eaton Vance, dan MFS Investment Management.
“Responsnya positif. Mereka mendalami bagaimana Indonesia bisa tetap tumbuh dengan pengelolaan anggaran yang terjaga,” ujar Purbaya, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).
Meskipun sentimen global saat ini dibayangi oleh ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga energi, Purbaya menyebut para investor tetap melirik instrumen keuangan domestik. Saat ini, minat tersebut terkonsentrasi pada pasar surat utang (fixed income) dan saham (equity).
Dalam pertemuannya dengan Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, Purbaya mengatakan bahwa Indonesia memiliki ruang fiskal yang cukup kuat untuk menghadapi guncangan eksternal, termasuk lonjakan harga energi. Bantalan anggaran yang disiapkan dinilai mampu meredam dampak jika terjadi lonjakan harga komoditas energi di pasar dunia.
Selain investor, lembaga pemeringkat seperti S&P Global Ratings serta Bank Dunia kata Purbaya, juga memberikan penilaian positif terhadap kredibilitas pengelolaan fiskal di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah optimistis bahwa kepercayaan dari lembaga-lembaga tersebut akan memperkuat stabilitas pasar keuangan nasional. Meski investasi saat ini masih didominasi oleh aliran portofolio, sentimen positif ini diharapkan dapat membuka jalan bagi masuknya investasi langsung (foreign direct investment) yang lebih luas di masa mendatang.
Robby Hatibie/Rama


