RI dan Mongolia perkuat kemitraan bilateral lewat konsultasi politik

Update: 2026-02-27 08:00 GMT

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir (kiri) dan Wamenlu Mongolia Amartuvshin Gombosuren bertemu dalam kesempatan pertemuan konsultasi politik bilateral di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Jakarta, Kamis (26/2/2026). (ANTARA/HO-Kemlu RI)

Indomie

 Indonesia dan Mongolia menegaskan komitmen memperkuat kemitraan bilateral ke babak baru melalui pertemuan konsultasi politik di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis (26/2). Dalam pertemuan itu, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir dan Wamenlu Mongolia Amartuvshin Gombosuren bertukar pandangan mengenai tren positif hubungan bilateral serta peluang perluasan kerja sama di berbagai bidang.

"Potensi kerja sama Indonesia dan Mongolia masih sangat luas. Peningkatan engagement (keterlibatan) ​pelaku usaha menjadi kunci, antara lain melalui MoU antar-kamar dagang sebagai jembatan memperluas perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis,” kata Wamenlu Tata, menurut keterangan tertulis Kemlu RI, Jumat.

Kedua pihak menyoroti potensi kerja sama di bidang ekonomi strategis, pertahanan, pertanian, pendidikan, kesehatan, hubungan antarmasyarakat, pariwisata, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Di sektor pertanian, Indonesia dinilai mampu mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia Mongolia melalui pelatihan pengembangan pertanian berkelanjutan.

Sementara di bidang pendidikan, kerja sama diperkuat melalui berbagai program beasiswa RI bagi mahasiswa Mongolia, termasuk The Indonesian Aid Scholarship (TIAS), Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI), serta pelatihan peningkatan kapasitas bagi diplomat Mongolia dan program Kemitraan Negara Berkembang (KNB).

Indonesia dan Mongolia juga sepakat menjajaki pembentukan dialog perencanaan kebijakan untuk memperdalam koordinasi strategis serta pertukaran pandangan terkait dinamika Indo-Pasifik dan isu global.

Elshinta Peduli

"Kami berharap kemitraan Indonesia dan Mongolia terus berkembang dalam kerangka kerja sama komprehensif yang lebih erat, responsif terhadap tantangan global, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” ujar Wamenlu Tata.

Pertemuan itu bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan bilateral kedua negara serta menindaklanjuti MoU konsultasi politik yang ditandatangani pada Mei 2025. Kemlu RI mencatat total perdagangan Indonesia–Mongolia pada 2025 mencapai 56 juta dolar AS dengan tren positif.

Indonesia juga menjadi tuan rumah satu-satunya Pusat Kebudayaan Mongolia di Asia Tenggara yang berlokasi di Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News