Konsulat AS rayakan freedom 250 di Batam, perkuat Kemitraan RI–AS

Update: 2026-02-08 08:00 GMT

Konsul AS untuk Sumatra, Lisa Podolny menghadiri perayaan Freedom 250 di Batam, Kepulauan Riau yang berlangsung 6-7 Februari 2026. Foto : Kedutaan Besar AS

Elshinta Peduli

Konsulat Amerika Serikat (AS) untuk Sumatra menggelar perayaan Freedom 250 di Batam, Kepulauan Riau, pada 6–7 Februari 2026. Kegiatan ini menandai 250 tahun penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat sekaligus menegaskan kuatnya hubungan kemitraan antara AS dan Indonesia.

Perayaan di Batam merupakan bagian dari Roadshow Freedom 250 Misi AS untuk Indonesia yang akan berlangsung sepanjang 2026 di berbagai daerah, termasuk Solo, Yogyakarta, Makassar, Natuna, dan wilayah lainnya.

Konsul AS untuk Sumatra, Lisa Podolny, mengatakan Freedom 250 menjadi wadah untuk mempertemukan perwakilan pemerintah AS, kantor konsulat, serta para mitra di Indonesia dalam satu perayaan kolaboratif.

“Perayaan Freedom 250 mempertemukan Kedutaan Besar AS, kantor konsulat, dan para mitra Indonesia kami dengan menampilkan hal terbaik yang ditawarkan oleh Amerika Serikat saat kami merayakan 250 tahun kemerdekaan Amerika,” ujar Podolny dalam di Mega Mall Batam melalui keterangan tertulis, Minggu (8/2/2026).

Salah satu agenda utama adalah Block Party yang menampilkan stan-stan interaktif hasil kerja sama AS dan Indonesia di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan, dan kebudayaan. Acara ini juga dimeriahkan penampilan grup band Angkatan Udara AS yang berbasis di Hawaii serta musisi Indonesia Teddy Adhitya, yang memadukan unsur musik Amerika dan Indonesia.

Selain itu, pengunjung disuguhi demonstrasi memasak yang mempromosikan bahan pangan asal AS bersama Chef Eddrian Tjhia, serta sesi Tech Talk yang menghadirkan perusahaan AS, Corteva Agriscience.

Elshinta Peduli

Beragam program lain turut digelar untuk menyoroti kemitraan strategis kedua negara, di antaranya pelatihan keamanan maritim, seminar keamanan siber bekerja sama dengan asosiasi bisnis HKI, pelatihan bahasa Inggris bagi guru Indonesia, hingga konser di Politeknik Pariwisata Batam (BTP).

Menurut Podolny, Freedom 250 bukan sekadar perayaan sejarah Amerika Serikat, tetapi juga momentum refleksi hubungan global, khususnya kemitraan AS–Indonesia yang terus berkembang.

“Freedom 250 adalah momen untuk merayakan nilai bersama dan kemitraan global. Hubungan Amerika Serikat dan Indonesia merupakan contoh nyata bagaimana diplomasi mendorong perdamaian, keamanan, dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik,” katanya.

Ia menambahkan, Batam dan Kepulauan Riau memiliki peran strategis dalam kemitraan tersebut. Wilayah ini menjadi tuan rumah sejumlah investasi penting AS, seperti fasilitas manufaktur semikonduktor tingkat lanjut OSI Electronic dan Apple Developer Academy yang mendukung pengembangan talenta teknologi Indonesia.

Kerja sama di tingkat daerah juga terus diperluas melalui berbagai kegiatan, antara lain Latihan Militer ASEAN–AS (AUXM II), kunjungan delegasi perdagangan AS, serta pelatihan penanggulangan kejahatan lintas negara yang diselenggarakan Penjaga Pantai AS bersama Badan Keamanan Laut (Bakamla).

“Upaya-upaya ini menunjukkan bahwa Sumatra berada di jantung kemitraan AS–Indonesia dalam membangun negara kita agar lebih aman, lebih kuat, dan lebih makmur,” tutur Podolny.

Vivi Trisnavia

Elshinta Peduli

Similar News