WNI di Philadelphia: Kebijakan Trump Operasi ICE picu ketegangan

Operasi penindakan imigrasi disebut menyasar imigran legal

Update: 2026-01-21 16:00 GMT

Istimewa

Elshinta Peduli

Situasi keamanan di Philadelphia, Amerika Serikat, dilaporkan menegang akibat operasi penindakan imigrasi oleh ICE dalam beberapa waktu terakhir.

Seorang warga Indonesia yang tinggal di Philadelphia, Hani White, menyebut operasi ICE memicu ketegangan, terutama di kota berstatus Sanctuary City.

“Situasinya sangat menegangkan, apalagi di kota-kota besar yang berstatus Sanctuary City (kota yang melindungi imigran),” ujarnya, wawancara di radio Elshinta, Rabu (21/1/2026).

Hani mengatakan, fokus operasi ICE kini beralih ke Pennsylvania, khususnya Philadelphia, setelah penarikan petugas dari wilayah lain.

“Kabarnya di Minnesota, ICE (petugas imigrasi) akan ditarik dan fokusnya berpindah ke Pennsylvania, terutama Philadelphia,” katanya.

Menurut Hani, kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump berdampak luas, termasuk terhadap imigran termasuk yang berstatus legal.

Ia menyebut imigran yang bekerja dan membayar pajak juga ikut terjaring operasi tersebut.

“Bahkan orang-orang yang sudah memiliki Green Card atau sudah menjadi warga negara AS bisa terkena dampaknya,” katanya.

Hani menilai target penangkapan yang tinggi membuat ICE tidak hanya menyasar imigran bermasalah hukum.

“Karena target ICE sangat tinggi, mereka kesulitan jika hanya mengandalkan imigran kriminal,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesalahan identitas juga kerap terjadi saat operasi penindakan berlangsung.

“Strategi mereka adalah tangkap dulu, proses kemudian,” katanya.

Ia menambahkan, Kondisi ini membuat banyak warga khawatir dan selalu membawa identitas resmi saat beraktivitas.

Menurut Hani, kegagalan menunjukkan dokumen pun dapat berujung penahanan dengan proses pembebasan yang memakan waktu lama.

Steffy Anastasia/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News