KBRI Tokyo & Japan Foundation gelar Friendship Night bagi alumni Nihongo Partners dan Beasiswa Darmasiswa

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bekerja sama dengan the Japan Foundation (JF) telah menyelenggarakan kegiatan Friendship Night bagi alumni Nihongo Partners dan Beasiswa Darmasiswa di gedung KBRI Tokyo, Jumat, 23 Januari 2025.

Update: 2026-01-29 07:20 GMT

Sumber foto: KBRI Tokyo/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bekerja sama dengan the Japan Foundation (JF) telah menyelenggarakan kegiatan Friendship Night bagi alumni Nihongo Partners dan Beasiswa Darmasiswa di gedung KBRI Tokyo, Jumat, 23 Januari 2025.

Acara yang dihadiri lebih dari 100 orang alumni Nihongo Partners dan Beasiswa Darmasiswa ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antar-masyarakat Indonesia dan Jepang melalui keterlibatan berkelanjutan dari alumni kedua program tersebut. Para alumni datang tidak hanya dari Tokyo, tapi juga dari Sendai, Osaka, Ibaraki, Chiba, dan berbagai kota di Jepang. Turut hadir dalam acara ini, perwakilan dari kedutaan negara-negara ASEAN.

“Apresiasi kami kepada Japan Foundation atas kolaborasinya dan tentu saja atas komitmen berkelanjutan dalam merancang dan melaksanakan Program Nihongo Partners. Program ini telah memainkan peran penting dalam memperkuat saling pengertian dan persahabatan antara Indonesia dan Jepang. Melalui keterlibatan langsung dengan sekolah-sekolah, siswa, dan masyarakat lokal Indonesia di berbagai wilayah, alumni Nihongo Partners telah menjadi jembatan penghubung antara kedua negara serta memberikan kontribusi yang berarti bagi diplomasi antar masyarakat. Saat ini, banyak alumni dari kedua program tersebut terus aktif terlibat dalam kegiatan akademik, budaya, dan sosial yang berkaitan dengan Indonesia,” tutur Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Tokyo Maria Renata Hutagalung yang didampingi Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula dan Atase Pendidikan Amzul Rifin.

Maria Renata juga menyampaikan bahwa kegiatan Friendship Night dilaksanakan untuk menjaga kelangsungan komunikasi dari jejaring program pertukaran budaya, penguatan rasa kecintaan para alumni program pada budaya Indonesia.

Program Nihongo Partners dari the Japan Foundation telah berlangsung sejak 2014 dan hingga kini telah mengirimkan sekitar 3700 peserta ke 14 negara. Di antara negara-negara tersebut, Indonesia menjadi tuan rumah bagi jumlah Nihongo Partners terbanyak, yaitu lebih dari 1.000 orang. Saat ini, 117 NIHONGO Partners aktif di sekolah menengah atas di seluruh Indonesia.

Elshinta Peduli

“Saya menyampaikan apresiasi tulus kepada KBRI Tokyo yang telah mempersiapkan acara ini. Ini adalah kali pertama kedutaan besar negara tuan rumah program Nihongo Partners menyelenggarakan acara seperti ini. Kami merasa sangat terhormat, khususnya bagi para alumni Nihongo Partners dan juga tentunya penerima beasiswa Darmasiswa. Saya sangat berharap acara ini menjadi kesempatan untuk semakin memperdalam persahabatan dan kepercayaan antara rakyat Jepang dan Indonesia. Saya meyakini bahwa semua alumni Nihongo Partners dan Darmasiswa akan terus memainkan peran penting sebagai jembatan persahabatan antara kedua negara,” ujar Executive Vice President of the Japan Foundation Masaya Shimoyama.

Sementara itu Deputy Director-General for Press and Public Diplomacy of the Ministry of Foreign Affairs (MoFA) of Japan, Sakata Natsuko mengapresiasi penyelenggaraan acara Friendship Night Nihongo Partners and Darmasiswa Alumni oleh KBRI Tokyo. “Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada KBRI Tokyo yang telah menyelenggarakan acara ini. Untuk diketahui hingga saat ini ada lebih dari 1.000 individu warga Jepang telah melakukan perjalanan ke Indonesia dan menjadi tokoh kunci dalam diplomasi budaya dan pertukaran antar masyarakat antara kedua negara kita," katanya.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah Indonesia telah memberikan beasiswa bagi para sarjana Jepang yang mempelajari Bahasa Indonesia dan budaya Indonesia sejak tahun 1976, melalui Program Beasiswa Darmasiswa. "Saya percaya program ini memainkan peran penting dalam mempromosikan pertukaran bilateral dan membina individu yang akan menjadi jembatan antara Jepang dan Indonesia. Jumlah warga Indonesia yang tinggal di Jepang untuk belajar atau bekerja semakin meningkat. Untuk itu kita menghadapi tugas penting untuk mempromosikan masyarakat multikultural, saya meyakini bahwa Nihongo Partners dan para sarjana Darmasiswa memiliki peran penting melalui pemahaman mereka tentang budaya tradisional kedua belah pihak. Saya sangat berharap ke depan, baik Nihongo Partners maupun para sarjana Darmasiswa akan berkembang sebagai kontributor yang sangat berharga bagi masyarakat multikultural, dan menjadi penghubung aktif persahabatan dan pertukaran antara Jepang dan Indonesia,” kata Sakata Natsuko.

Para alumni yang hadir dalam Friendship Night Nihongo Partners and Darmasiswa Alumni juga berkesempatan menyaksikan pemutaran video berbagai kegiatan Nihonggo Partners dalam bentuk pembelajaran bahasa Jepang di beberapa sekolah di Indonesia.

“Terima kasih sudah mengundang saya. Hari ini saya bahagia sekali, bisa bertemu dengan para alumni. Kami berbagi cerita dan kenangan selama di Indonesia. Saya di Indonesia mulai 1997 – 2000 untuk belajar kesenian dan budaya Indonesia. Saat itu saya di Yogyakarta berkesempatan belajar gamelan di Keraton Yogya. Saya belajar banyak dan merasakan pengalaman spiritual. Saya juga mengikuti Upacara Labuhan Merapi di Jogja. Saya sempat berkenalan dengan almarhum Mbah Maridjan. Saya belajar banyak dengan beliau tentang banyak hal seputar budaya dan lainnya. Bahkan saya diberi nama khusus oleh mbah Maridjan ketika itu yaitu Wulandari Widyaningsih. Jadi sangat berkesan sekali selama saya di Indonesia. Terima kasih untuk KBRI Tokyo, kami sesama alumni bisa bertemu kembali,” terang salah seorang alumni Program Beasiswa Darmasiswa, Masako Tsuwano yang kini menjadi salah satu anggota DPRD Kota Saitama.

Sebagaimana diketahui, Darmasiswa adalah program beasiswa non-gelar selama satu tahun dari pemerintah Indonesia kepada semua warga negara asing dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. Program ini dahulu diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk mempelajari bahasa Indonesia, seni, musik, kerajinan, dan subjek khusus lainnya di 68 Perguruan Tinggi Indonesia yang dipilih di berbagai kota di Indonesia.

Tujuan utama dari program Darmasiswa adalah untuk meningkatkan dan menumbuhkan minat terhadap bahasa dan budaya Indonesia di kalangan warga negara dari negara lain. Program ini juga dirancang untuk meningkatkan pemahaman bersama dan mempererat hubungan budaya antara berbagai negara. Beberapa materi yang dipelajari dari para peserta selain Bahasa Indonesia diantaranya adalah ragam seni budaya dan kerajinan tradisional Indonesia.

Sementara itu Program Nihongo Partners adalah pertukaran budaya dan pendidikan dari The Japan Foundation Asia Center yang mengirimkan penutur asli (native speaker) bahasa Jepang ke sekolah-sekolah (SMA/SMK/MA) di Asia, termasuk Indonesia, selama sekitar 6 bulan. Mereka menjadi mitra guru lokal untuk membantu pembelajaran bahasa dan memperkenalkan budaya Jepang secara langsung kepada siswa. Selain mengajar, para Partners juga mempelajari bahasa dan budaya setempat untuk memperdalam pemahaman lintas negara. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News