Pemberdayaan UMKM jajanan lokal di Kota Solo, Wat Wet jadikan CFD sebagai etalase
Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, dimanfaatkan sebagai ruang pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner. Melalui kegiatan bertajuk “Parade Sat Set Pakai Wat Wet”, UMKM jajanan lokal mendapat panggung untuk memamerkan produk, membangun kepercayaan diri, sekaligus memperluas akses pasar.
Sumber foto: Agung Santoso/elshinta.com.
Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, dimanfaatkan sebagai ruang pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner. Melalui kegiatan bertajuk “Parade Sat Set Pakai Wat Wet”, UMKM jajanan lokal mendapat panggung untuk memamerkan produk, membangun kepercayaan diri, sekaligus memperluas akses pasar.
Seperti yang telah digelar Minggu (1/2/2026) dengan melibatkan 12 kelompok peserta yang terdiri atas pelaku UMKM kuliner serta siswa SMK Tata Boga se-Solo Raya. Mereka menampilkan beragam olahan jajanan lokal berbasis produk bahan kue terbaru dari Wat Wet.
Brand Executive Wat Wet Indonesia, Mahundri Sonya, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan yang kerap dihadapi UMKM kuliner, khususnya terkait kepraktisan produksi dan konsistensi hasil.
“UMKM sering terkendala waktu, tenaga, dan konsistensi. Kami ingin hadir sebagai solusi agar mereka bisa produksi lebih cepat, lebih rapi, dan tetap berkualitas. Masak itu harus fun. Kalau mau sat set, ya pakai Wat Wet,” ujar Sonya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Agung Santoso, Selasa (3/2).
Sonya menambahkan, Wat Wet yang telah berkiprah sejak 2023 menjadikan Solo sebagai salah satu wilayah fokus pengembangan. Wat Wet juga berkomitmen mendukung ekosistem UMKM melalui inovasi bahan kue, termasuk rencana rebranding lini bumbu masak dengan kemasan yang lebih segar sepanjang 2026.
Selain kompetisi, kegiatan ini juga memberikan apresiasi kepada peserta terbaik melalui penobatan Juara 1, 2, 3, dan Favorit. Ajang ini tidak hanya berorientasi pada promosi produk, tetapi juga penguatan keterampilan dan inovasi UMKM.
Para pelaku UMKM diberi kesempatan mempresentasikan produk secara langsung kepada pengunjung CFD, mulai dari konsep menu, proses pengolahan, hingga strategi penyajian. Dalam kesempatan tersebut, Chef Hilman turut berbagi teknik produksi jajanan yang lebih efisien dan aplikatif untuk skala UMKM dengan memperagakan pembuatan onde-onde ketawa.

