Elshinta gelar Ekspedisi Jelang Mudik Lebaran 2026: Pantauan 7 hari di jalan

Dua tim diterjunkan selama 7 hari menelusuri jalur Jawa-Sumatera untuk memetakan kondisi jalan, rest area, dan titik rawan jelang pergerakan 143 juta pemudik.

Update: 2026-03-02 08:30 GMT
Rapat persiapan perjalanan tim EEJML 2026
Indomie

Radio Elshinta kembali menggelar Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran (EEJML) 2026. Program tahunan ini membantu pemudik memetakan jalur perjalanan langsung turun ke jalan.

Tradisi mudik lebaran adalah momen besar di Indonesia. Jutaan orang bergerak dari kota-kota besar menuju kampung halaman. Tahun 2026, jumlah pemudik diperkirakan mencapai 143 juta orang, dengan puncak arus mudik pada 18-20 Maret dan arus balik pada 23-24 Maret serta 27-28 Maret.

Tahun ini, dua tim diterjunkan ke lapangan selama 7 hari mulai 6-12 Maret 2026 dengan kendaraan yang disupport oleh Citroen Indonesia, dan pengemudi yamg di support oleh Indorent.

Tim Lintas Jawa (Awaluddin Marifatullah dan Arie Dwi P) menelusuri rute Jakarta-Surabaya melalui jalur Pantura dan tol Trans Jawa. Tim kembali lewat jalur selatan untuk mewakili pemudik yang memilih Lintas Selatan.

Tim Lintas Sumatera (M. Irza Farel dan Farens Excel) bergerak dari Jakarta ke Palembang melalui Merak-Bakauheni dan Jalan Lintas Sumatera. Dari Palembang, tim masuk Lintas Tengah menuju Lahat dan kembali ke Jakarta melalui Martapura, Baturaja, Lampung, dan Bakauheni.

Koordinasi program dikawal dari Kantor Radio Elshinta di Jakarta oleh Robby Hatibie selaku Project Officer dan M. Riskianto sebagai Program Asistant. Koordinasi intens penting untuk memastikan semua persiapan dan jalur liputan tepat.

Persiapan Delapan Bulan

EEJML 2026 disiapkan sejak 8 bulan sebelum keberangkatan. Tim EEJML akan menelusuri jalur tahun lalu untuk mengecek kondisi jalan, rest area, dan titik rawan kemacetan baru. Hasil ini menjadi acuan bagi pemudik dalam memilih jalur dan waktu perjalanan.

Elshinta Peduli

"Kami ingin menghadirkan temuan lapangan yang real. Kami memberikan opsi jalur alternatif yang sudah teruji dan informasi fasilitas fisik yang bisa dimanfaatkan pemudik di sepanjang rute," kata Robby Hatibie, Senin (2/3/2026).

Robby menegaskan, kehadiran fisik tim di lapangan tetap menjadi keunggulan utama program ini, meskipun data digital dari berbagai aplikasi navigasi sudah tersedia luas. Menurutnya, tim ekspedisi hadir untuk memberikan temuan lapangan yang bersifat nyata, termasuk informasi jalur alternatif favorit yang kerap luput, serta kondisi fasilitas fisik yang bisa dimanfaatkan pemudik di sepanjang rute.

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, EEJML 2026 menitikberatkan pada riset mendalam tim di lapangan. Tim akan menelusuri kembali jalur yang dilintasi tahun lalu untuk memotret perkembangan infrastruktur yang telah dilakukan pemerintah selama setahun terakhir. Hasilnya diharapkan menjadi acuan yang lebih presisi bagi pemudik dalam menentukan waktu keberangkatan dan memilih jalur, baik tol maupun arteri.

Kolaborasi dengan Institusi Negara

Tim EEJML bekerja sama dengan Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, PT Jasa Marga, dan PT Jasa Raharja. Koordinasi ini memastikan laporan tim selaras dengan kebijakan pemerintah, termasuk sistem one way dan contraflow. Pelepasan tim dilakukan resmi pada 6 Maret 2026 di Gedung Korlantas Polri, Jakarta Selatan, oleh pejabat terkait.

Robby Hatibie berharap, setiap laporan yang disajikan tim di lapangan bermanfaat dan bisa memandu masyarakat untuk menjalani mudik yang aman, nyaman dan lancar.

"Tim Ekspedisi Elshinta akan menjadi advance untuk membaca situasi jalur mudik. Masyarakat bisa terus memantqu laporan-laporan tim kami agar perjalanan lebih aman dan lancar," ujarnya.

Ikuti Laporannya

Laporan ekspedisi dapat diikuti real-time melalui Radio Elshinta, www.elshinta.com, aplikasi Ngetem, serta video pendek di Reels, TikTok, dan YouTube Shorts dari 6–12 Maret 2026.


Rama Pamungkas

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News