Bangun ketangguhan hadapi bencana Situbondo, Nasim Khan perkuat Pentahelix
Banjir merendam di sejumlah kecamatan di Kabupaten Situbondo Jawa Timur salah satunya ada di daerah Kecamatan Banyuglugur Desa Lumbawang, warga yang terdampak telah didatangi langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang akrab disapa mas Rio, kedatangannya yang juga membawa bantuan bagi korban bencana.
Sumber foto: Efendi Murdiono/elshinta.com.
Banjir merendam di sejumlah kecamatan di Kabupaten Situbondo Jawa Timur salah satunya ada di daerah Kecamatan Banyuglugur Desa Lumbawang, warga yang terdampak telah didatangi langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang akrab disapa mas Rio, kedatangannya yang juga membawa bantuan bagi korban bencana.
Begitu juga dengan legislator pusat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Haji Muhammad Nasim Khan, kedatangannya ke warga Desa Lumbawang tidak hanya membawa logistik, namun juga membawa para pejabat dan pengusaha dengan tujuan memperkuat sistem Pentahelix. Dalam kesempatan itu anggota Komisi VI DPR RI tersebut menyampaikan juga agar masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan dan memahami tanda-tanda alam.
"Pada hari ini, Nauzubillah bencana yang kita tidak harapkan bencana, tapi disini lah arti senengi kebersamaan dan Alhamdulillah sebelumnya eksklusif telah hadir Bapak Bupati dan lain-lain yang turut prihatin terhadap bencana alam yang dirasakan warga," ucap alumni SMA Negeri 02 Kabupaten Situbondo kepada sejumlah wartawan dan juga dari elshinta. Selasa (17/03).
Nasim Khan di kantor balai Desa Lumbawang menyerahkan bantuan disaksikan dari kepolisian, pengusaha dan legislatif DPRD Kabupaten Situbondo dari Fraksi PKB. "Hari ini saya DPR pusat bersama Pak Junaidi DPRD Kabupaten Situbondo dari Fraksi PKB dan juga ada pengusaha-pengusaha, juga ada industrial ada Pak Afa dari Biotek Banyuglugur ada Kepala Desa Lumbawang Pak Junaidi, ada Pak Tegar dari Tanaka Kosmetik juga ada Kapolres Situbondo AKBP Bayu," ucapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, Rabu (18/3).
Menurut alumni ITN, adanya bencana yang menipa harus membangun sinergi di antara pejabat yang ada di Situbondo dan segala sesuatu bisa diselesaikan dengan mudah kalau ada bekerja sama, tidak ada yang mencari siapa di depan tetapi siapa yang bisa cepat bekerja bersama dan diharapkan Situbondo kedepannya.

