Banjir landa jalur Pantura Kudus - Pati, arus lalin tersendat
Hujan deras dengan intensitas deras mengguyur kawasan Gunung Muria dan Perbukitan Patiayam Kabupaten Kudus Jawa Tengah membuat sungai-sungai yang berhulu dari kawasan pegunungan tersebut meluap.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Hujan deras dengan intensitas deras mengguyur kawasan Gunung Muria dan Perbukitan Patiayam Kabupaten Kudus Jawa Tengah membuat sungai-sungai yang berhulu dari kawasan pegunungan tersebut meluap. Salah satunya sungai setro yang melintasi Desa Klaling dan Terban Kecamatan Jekulo. Akibat luapan sungai setro ini meluber hingga ke jalur Pantura Kudus - Pati tepatnya di depan PT Pura Terban.
Menurut Iptu Zubaidi KBO Satuan Lalu Lintas Polres Kudus, hujan deras yang melanda kawasan gunung Muria dan Perbukitan Pati ayam menimbulkan limpasan air hingga ke jalur pantura timur Kudus tepatnya di depan PT Pura Desa Terban. "Adanya luapan air setinggi 10 centimeter menimbulkan ketersendatan arus kendaraan yang melintas baik itu dari arah Kudus maupun Pati, meski demikian masih berjalan pelan-pelan", katanya, Minggu Petang (12/4).
Iptu Zubaidi menambahkan pihaknya bersama Pamapta dan Polsek Jekulo telah melakukan penguraian arus kendaraan. Termasuk membantu kendaraan yang mogok dipinggirkan agar tidak mengganggu. Demikian juga bagi pengendara roda dua untuk berhati-hati karena genangan cukup tinggi di sejumlah titik yang rawan terjadi motor yang mogok.
"Kami imbau untuk kendaraan roda dua mencari jalur alternatif terlebih dahulu sampai air limpasan surut", imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (13/4).
Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD kabupaten Kudus Ahmad Munaji membenarkan terjadi limpasan air yang mengenangj jalur Pantura Kudus -Pati. Banjir limpasan ini menimbulkan arus kendaraan tersendat dan ada sejumlah rumah warga yang tergenang.
"Banjir juga membawa sampah pertanian yang menyumbat aliran sungai piji Desa Kesambi Kecamatan Mejobo maupun sungai Piji di bawah jembatan jalur pantura Desa Ngembalrejo sehingga harus ada pembersihan segera. Apalagi musim pancaroba seperti ini bisa saja bencana banjir lebih besar. Tapi kami berharap semua terkendali ", tuturnya.

