Bantuan ke sejumlah desa di Aceh Tengah masih dipasok lewat udara
Bantuan logistik ke sejumlah daerah di Kabupaten Aceh Tengah masih dipasok lewat udara menggunakan helikopter karena akses ke lokasi di sana masih sulit dijangkau jalur darat yang rusak pascabencana banjir bandang dan longsor.
Bantuan logistik ke sejumlah daerah di Kabupaten Aceh Tengah masih dipasok lewat udara menggunakan helikopter karena akses ke lokasi di sana masih sulit dijangkau jalur darat yang rusak pascabencana banjir bandang dan longsor.
“Distribusi bantuan logistik melalui jalur udara karena hingga saat ini sejumlah kampung di Aceh Tengah belum dapat dijangkau kendaraan darat akibat kerusakan jalan dan jembatan,” kata Juru Bicara Posko Penanggulangan Bencana Aceh, Murthalamuddin, di Banda Aceh, Rabu.
Hari ini, kata dia, sejumlah helikopter terbang menyalurkan bantuan ke sepuluh desa di lima kecamatan di kabupaten tersebut. Beberapa desa yang menjadi target penyaluran bantuan masih terisolir.
Pendistribusian lewat udara, kata dia, menjadi langkah paling efektif untuk memastikan bantuan sampai ke masyarakat. Selain itu, bantuan ke beberapa desa disalurkan menggunakan tali sling.
Dirinya menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun Posko Penanganan Bencana Aceh, terdapat beberapa kampung di Kecamatan Linge, Rusip Antara, Ketol, dan Bintang yang masih terisolir, sehingga membutuhkan penanganan khusus dalam menyalurkan bantuan.
Untuk distribusi hari ini, helikopter terbang ke Kampung Kute Riyem dan Reje Payung di Kecamatan Linge, Kampung Paya Tumpi, Pilar Wih Kiri, dan Pantan Bener di Kecamatan Rusip Antara, Kampung Ramung Ara di Kecamatan Celala, Kampung Blang Mancung, Bintang Pepara, dan Rejewali di Kecamatan Ketol, serta Kampung Kala Segi di Kecamatan Bintang.
“Setiap sorti membawa logistik dengan kapasitas 300 hingga 500 kilogram yang berisi kebutuhan dasar masyarakat, terutama bahan pangan,” ujarnya.
Murthalamuddin menambahkan, distribusi bantuan akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh wilayah terdampak dapat dijangkau kembali melalui jalur darat. Diharapkan, masyarakat di daerah terisolir terus mendapatkan bantuan.
“Kami memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi sambil menunggu proses perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan selesai,” demikian Murthalamuddin.


