BMKG: Waspada hujan pegunungan yang dapat menyebabkan banjir
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi terjadinya hujan pada Kamis (19/2) di kawasan pegunungan yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi terjadinya hujan pada Kamis (19/2) di kawasan pegunungan yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang di pegunungan, pesisir barat, pesisir timur, lereng barat, dan lereng timur Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor," kata Prakirawan BMKG Wilayah I Lestari Irine Purba di Medan, Rabu.
Secara umum cuaca di Sumatera Utara pada Kamis (19/2) pagi diprakirakan hujan dengan intensitas ringan di Serdang Bedagai, Deli Serdang, Simalungun, Binjai, Langkat, Nias Selatan, Medan, Tebing Tinggi, Batu Bara.
Sementara pada siang hingga sore hari berpotensi hujan dengan intensitas ringan di Padanglawas Utara, Samosir, Simalungun, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Labuhanbatu Utara, Langkat, Nias Selatan, Toba, Padang Lawas, Medan Pematangsiantar, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Asahan, Batubara, Dairi, Deli Serdang, Karo dan Binjai.
Serta pada malam hari berpotensi hujan ringan hingga sedang hampir merata di seluruh wilayah. Hujan dengan intensitas sedang dapat terjadi di Samosir, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Labuhanbatu Utara, Langkat, Deli Serdang dan Karo, dan pada dini hari hujan ringan di Padanglawas Utara, Samosir, Simalungun, Tapanuli Utara, Labuhanbatu Utara, Mandailing natal, Padangsidimpuan, Asahan, Batubara, Humbang Hasundutan, dan Toba.
Suhu udara pada Kamis rata-rata 14 hingga 31 Derajat Celcius, kelembaban 74 hingga 100 persen dan angin bertiup dari Utara hingga Timur dengan kecepatan 4 hingga 12 km per jam.
Sebelumnya Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Christen Marpaung menyebutkan sejumlah perairan Sumatera Utara berpotensi dilanda gelombang yang dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter pada 18 hingga 20 Februari 2026,
Gelombang tinggi tersebut dapat terjadi di Perairan Barat Sumatra Utara, Perairan Barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Batu, Perairan Timur Kepulauan Nias, Perairan Kepulauan Batu dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.
Kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran bagi perahu nelayan jika kecepatan angin mencapai 15 knot tinggi gelombang mencapai 1.25 Meter, demikian juga dengan kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencарai 1.5 Meter.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Timur Laut hingga Timur dengan kecepatan angin berkisar 5-30 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 6-30 knot.


