Evakuasi warga sakit stroke, aparat Polres Kudus rela terjang banjir
Banjir yang masih menggenangi permukiman Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, kabupaten Kudus, membuat warga kesulitan beraktivitas.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Banjir yang masih menggenangi permukiman Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, kabupaten Kudus, membuat warga kesulitan beraktivitas. Demikian juga saat ada seorang warga yang menderita stroke untuk dibawa ke rumah sakit. Akhirnya sebagai bentuk kepedulian aparat kepolisian dari Polsek Jati membantu evakuasi warga yang stroke tersebut, Sabtu (17/1) sore.
Evakuasi dilakukan di saat debit air masih cukup tinggi dan akses jalan sulit dilalui. Dipimpin langsung Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo bersama anggota. Mereka melakukan proses evakuasi membutuhkan waktu cukup lama dari pukul 12.40 WIB hingga 14.15 WIB dengan menggunakan kendaraan dinas Backbone milik Polsek Jati, menembus genangan banjir setinggi sekitar 90 centimeter.
Warga yang dievakuasi diketahui bernama Siti Ni’mah (54), warga Dukuh Kapuan, Desa Jetis Kapuan, RT 01 RW 05, Kecamatan Jati. Kondisi kesehatan warga ini cukup memprihatinkan karena menderita stroke dan tidak dapat menggerakkan tubuhnya, sementara rumahnya berada di wilayah yang masih terisolasi banjir.
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo menyebut proses evakuasi tersebut memiliki risiko tinggi, mengingat arus dan kedalaman air yang masih cukup deras.
“Awalnya memang agak berisiko karena kami harus menerjang banjir dengan debit air yang masih tinggi. Tapi ini misi kemanusiaan, jadi segala risiko harus kami ambil,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (19/1).
Ia menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama jajarannya. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan langkah darurat apabila kendaraan tidak dapat melanjutkan perjalanan.
“Kalau pun kendaraan sampai mogok, kami sudah siap menggendong Bu Siti agar tetap bisa sampai ke rumah sakit,” imbuhnya.
Kapolsek menyebut, evakuasi tersebut merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya saat warga berada dalam kondisi darurat akibat bencana alam.
Dengan kerja sama dan kesiapsiagaan anggota di lapangan, proses evakuasi akhirnya dapat berjalan lancar.


