Gunung Lewotolok di Lembata erupsi 871 kali dalam sepekan

Pos Pengamat Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan sejak tanggal 8-15 Februari 2026, kegempaan di gunung tersebut tercatat mencapai 871 kali erupsi.

Update: 2026-02-19 11:20 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Pos Pengamat Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan sejak tanggal 8-15 Februari 2026, kegempaan di gunung tersebut tercatat mencapai 871 kali erupsi.

Petugas Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok Stanislaus Ara Kian dihubungi dari Kupang, Kamis, mengatakan selain tingkat erupsi, gempa hembusan juga tercatat cukup banyak yakni 2.300 kali gempa.

"Pengamatan visual periode 8-15 Februari 2026, aktivitas hembusan dan erupsi cukup tinggi," katanya.

Sementara itu, tinggi kolom erupsi mencapai 50-200 meter dari puncak. Dimana erupsi terkadang disertai dengan suara gemuruh lemah hingga sedang.

Dia mengatakan besaran energi seismik diestimasi dengan metode perata-rataan nilai amplitudo atau Real-time Seismic Amplitude Measurements (RSAM), menunjukkan dalam periode ini energi cenderung menurun.

Kemudian, untuk pengukuran deformasi dengan EDM menunjukkan fluktuasi nilai jarak miring dengan cenderung memanjang untuk pengukuran ke reflektor LWT1 dan LWT2.

Dia menambahkan pada tanggal 9 Januari 2026, teramati aliran lava di sektor barat, namun masih di dalam kawasan kawah.

Sementara pada tanggal 13 Januari 2026, aliran lava di sektor barat mulai meluber keluar kawah dengan perkiraan sekitar 30 meter dari bibir kawah, dan sampai dengan tanggal 17 Januari mencapai jarak 100 meter dari bibir kawah.

"Aliran lava baru ini mengalir di atas aliran lava sebelumnya. Pada tanggal 20 Januari aliran lava 250 meter," ujar dia.

Elshinta Peduli

Berdasarkan penamatan teramati lontaran material pijar ke arah tenggara dengan jarak lontaran mencapai 200 meter keluar dari kawah. Secara umum, lontaran jatuh di dalam kawah.

Dari sisi kegempaan menunjukkan peningkatan Gempa Hembusan yang mendominasi rekaman seismik dan jumlah kejadian Gempa Erupsi masih tinggi.

Kemunculan gempa-gempa ini dapat mengindikasikan bahwa aktivitas dangkal atau permukaan masih sangat dominan.

Di sisi lain ada pula gempa Vulkanik Dangkal dan Gempa Vulkanik dalam yang terekam dengan jumlah kejadian tidak signifikan.

Kemunculan gempa vulkanik ini dapat mengindikasikan adanya perubahan tekanan atau stress pada tubuh gunung Ile Lewotolok yang berkaitan proses peretakan batuan yang diakibatkan suplai fluida, terutama pada sistem magmatik dangkal dan dalam.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga tanggal 15 Februari 2026, aktivitas gunung Ile Lewotolok masih cukup tinggi dan tingkat aktivitas gunung Ile Lewotolok masih pada Level III (Siaga)," tambah dia.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News