Kayu misterius di Pantai Larangan viral, Kapolres Tegal cek lokasi

Menindaklanjuti ramainya perbincangan di masyarakat terkait temuan kayu gelondongan di kawasan Pantai Larangan, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo bersama jajaran Polres Tegal dan Perhutani KPH Pekalongan Barat turun langsung ke lokasi pada Selasa, 27 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.

Update: 2026-01-27 08:30 GMT

Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com


Elshinta Peduli

Menindaklanjuti ramainya perbincangan di masyarakat terkait temuan kayu gelondongan di kawasan Pantai Larangan, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo bersama jajaran Polres Tegal dan Perhutani KPH Pekalongan Barat turun langsung ke lokasi pada Selasa, 27 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.

Kunjungan lapangan tersebut dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus memberikan kepastian kepada publik bahwa keberadaan kayu tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas pelanggaran hukum di kawasan hutan.

Kapolres Tegal menyampaikan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk komitmen Polres Tegal dalam merespons keresahan masyarakat serta menjaga transparansi atas isu yang berkembang.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa kayu-kayu yang ditemukan, yang didominasi jenis sengon dan geringging, dipastikan bukan berasal dari aktivitas penebangan, baik legal maupun ilegal.

Administratur Perhutani KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, menjelaskan bahwa berdasarkan ciri fisik dan kondisi kayu, material tersebut merupakan vegetasi alami yang berasal dari kawasan lereng Gunung Slamet.

“Dilihat dari bentuk, tekstur, dan kondisi kayu, ini merupakan vegetasi alami dari Gunung Slamet. Tidak ada indikasi bekas tebangan. Batangnya tidak rapi dan sebagian sudah lapuk. Perhutani juga tidak melakukan kegiatan penebangan di kawasan lereng Slamet,” terangnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Selasa (27/1).

Ia menambahkan, kayu-kayu tersebut diduga berasal dari pohon yang tumbang akibat cuaca ekstrem, kemudian terbawa aliran air dari wilayah hulu hingga akhirnya terdampar di Pantai Larangan.

Elshinta Peduli

Maria Endah juga menjelaskan bahwa daerah aliran sungai Kali Gung memiliki kawasan tangkapan air seluas kurang lebih 1.800 hektare di lereng Gunung Slamet. Dengan luasan tersebut, material kayu bisa berasal dari berbagai titik di hulu dan terbawa arus saat terjadi banjir.

“Dari dokumentasi rekan-rekan di basecamp pendakian, khususnya di pos tiga dan pos empat, terdapat batang kayu dengan karakteristik serupa. Ini semakin menguatkan bahwa kayu di Pantai Larangan berasal dari kawasan lereng Slamet,” ungkapnya.

Polres Tegal bersama Perhutani menegaskan bahwa fenomena tersebut merupakan peristiwa alam akibat banjir dari hulu sungai, serta mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, dan bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News