Korban bencana di Aceh Barat mulai tempati huntara
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyatakan masyarakat korban bencana banjir bandang mulai menempati hunian sementara yang selesai dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Selasa.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyatakan masyarakat korban bencana banjir bandang mulai menempati hunian sementara yang selesai dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Selasa.
“Untuk sementara, ada enam kepala keluarga yang sudah menempati hunian sementara di Aceh Barat,” kata Bupati Aceh Barat, Tarmizi kepada wartawan, Selasa.
Ia mengatakan, Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat merupakan salah satu wilayah terparah terdampak bencana alam banjir bandang yang melanda Aceh pada 26 November 2025 lalu.
Saat ini, kata dia, pembangunan sejumlah unit huntara di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen telah rampung, dan pemerintah daerah masih menunggu penyelesaian pembangunan enam unit huntara lainnya berlokasi di Desa Gampong Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat
Bupati Tarmizi mengatakan terdapat 12 unit huntara yang disiapkan secara keseluruhan oleh BNPB di Kabupaten Aceh Barat. Dari jumlah tersebut, sebanyak enam unit huntara sudah mulai ditempati masyarakat.
"Target kita sebelum Hari Raya Idul Fitri, semua masyarakat korban bencana sudah menempati huntara,” katanya menambahkan.
Selama masa transisi ini, pemerintah bersama BNPB dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, juga menjamin ketersediaan logistik dan bantuan sembako bagi para pengungsi yang menempati huntara.
Pemerintah Aceh Barat juga meminta masyarakat korban bencana yang sudah menempati hunian sementara, agar dapat hidup dengan rukun, tenteram dan saling berkomunikasi dengan baik termasuk dengan masyarakat di sekitar huntara, pinta Tarmizi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah mengatakan keluarga yang sudah menempati huntara juga mendapatkan fasilitas lengkap dari BNPB, BPBD Aceh Barat, Baitul Mal dan Pemkab Aceh Barat.
“Sudah kita lengkapi peralatan pendukung seperti kompor dan alat-alat lainnya agar masyarakat terfasilitasi dengan memadai, termasuk semua kebutuhan dasar masyarakat," katanya.


