Korban bencana hidrometeorologi di Pidie Aceh mulai tempati huntara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie, Provinsi Aceh, menyatakan korban bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 di kabupaten itu mulai menempati hunian sementara (huntara).

Update: 2026-01-22 16:10 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie, Provinsi Aceh, menyatakan korban bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 di kabupaten itu mulai menempati hunian sementara (huntara).

Penyerahan dan penempatan hunian sementara ditandai dengan prosesi adat peusijuek atau tepung tawar di huntara korban bencana hidrometeorologi di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Kamis.

Prosesi adat dipimpin Abon Hasan Blang Teungoh, ulama di Kabupaten Pidie. Kegiatan dihadiri Bupati Pidie Sarjani Abdullah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pidie serta pejabat daerah dan tokoh masyarakat.

Huntara korban bencana banjir bandang akhir November 2025 sebanyak 12 unit tersebut dibangun dari belanja tidak terduga (BTT) Pemerintah Kabupaten Pidie tahun anggaran 2025 sebesar Rp700 juta.

Bupati Pidie Sarjani Abdullah mengatakan pembangunan huntara merupakan komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir dan mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.

"Bencana ini menjadi ujian bagi kita semua, terutama bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Pemkab Pidie berkomitmen memastikan seluruh warga terdampak bencana mendapatkan penanganan yang layak dan berkelanjutan," katanya.

Bupati mengharapkan hunian sementara tersebut dapat memberikan rasa aman dan nyaman selama masa pemulihan serta menunggu selesainya pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana banjir.

Sarjani Abdullah mengatakan Pemerintah Kabupaten Pidie juga telah merencanakan pembangunan 89 unit hunian tetap sebagai solusi tempat tinggal jangka panjang bagi warga terdampak bencana.

"Pembangunan hunian tetap ini dilakukan dengan perencanaan matang serta mempertimbangkan aspek mitigasi bencana, mengingat Gampong Blang Pandak berada di wilayah rawan bencana," kata Sarjani Abdullah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan secara simbolis dana kebutuhan rumah tangga serta dana tunggu hunian sementara Rp600 per bulan per keluarga bagi korban yang tidak menempati huntara.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News