Pasca OTT Bupati Pati, Wagub Jateng pastikan penanganan banjir tetap berjalan
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengatakan penanganan banjir di kabupaten Pati tidak terganggu meskipun bupati Pati Sudewo sedang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya kebutuhan masyarakat terdampak banjir tetap teratasi dengan baik.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengatakan penanganan banjir di kabupaten Pati tidak terganggu meskipun bupati Pati Sudewo sedang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya kebutuhan masyarakat terdampak banjir tetap teratasi dengan baik.
"Pelayanan berupa pasokan makanan, obat-obatan untuk masyarakat korban banjir di Pati akan tetap berjalan normal," Katanya, Selasa (20/1).
Untuk mendapatkan pelayanan dari pemerintah, masyarakat dipersilakan menghubungi aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni. Termasuk korban banjir yang stroke, hamil, dan lansia, akan tertangani melalui petugas yang diturunkan oleh dinas kesehatan.
"Kami juga mengumumkan bahwa jangan sampai ada lagi masyarakat yang tidak tertangani terkait banjir ini," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Selasa (20/1).
Gus Yasin sapaan akrabnya juga memastikan penyelenggaraan pelayanan publik di Kabupaten Pati berlangsung dengan lancar dan kondusif, pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) bupati Sudewo oleh KPK.
Kabar mengenai OTT yang dilakukan KPK terhadap Bupati Sudewo, didengarnya melalui media.
"Kami baru mendengar lewat media, bahwa memang ada OTT terkait Bupati Pati. Kita sama-sama menunggu bagaimana nanti dari KPK memberikan penjelasan,"katanya.
Pemerintah Jawa Tengah mendukung KPK dalam hal penegakan hukum. Pemprov juga menghormati langkah yang ditempuh KPK, selama proses hukum berlangsung.
"Kita masih nunggu semua, kita hormati proses-proses itu, kita enggak bisa ngapa-ngapain selama masih belum ada pengumuman resmi dari KPK," tegasnya.
Atas nama Gubernur, Gus Yasin juga mengimbau kepada kepala daerah di Jawa Tengah khususnya, untuk menghindari tindakan korupsi.
Sementara itu, saat ini 112 Desa di kabupaten Pati sedang dilanda banjir ada ribuan warga yang mengungsi ke sejumlah tempat pengungsian dan juga bertahan di rumah masing-masing.


