Pemkot Ternate libatkan kampus uji struktur bangunan rusak pascagempa
Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Kota Ternate, Maluku Utara menyatakan pemkot setempat akan melibatkan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate untuk uji struktur bangunan gereja rusak di sejumlah kelurahan di Pulau Batang Dua, pasca-gempa.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Kota Ternate, Maluku Utara menyatakan pemkot setempat akan melibatkan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate untuk uji struktur bangunan gereja rusak di sejumlah kelurahan di Pulau Batang Dua, pasca-gempa.
"Keterlibatan kampus ini agar bisa menguji struktur bangunan rumah ibadah yang rusak akibat diterjang gempa bumi magnitudo 7,6 pada Kamis (2/4)," kata Ketua Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Kota Ternate Rizal Marsaoly di Ternate, Selasa.
Dia mengatakan langkah itu untuk memastikan struktur bangunan gereja yang rusak akibat gempa bumi magnitudo 7,6 yang terjadi perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4) itu, aman.
"Saya akan berkoordinasi dengan Rektor Unkhair Ternate untuk meminta teman-teman dari Fakultas Teknik, agar mereka bisa datang dan melakukan uji lab terkait dengan struktur bangunan dari beberapa gedung gereja yang konstruksinya perlu diuji ulang," katanya.
Dia menjelaskan langkah ini guna memastikan kelayakan struktur bangunan gereja sehingga tidak mengganggu warga saat melaksanakan ibadah.
"Saya turun ke lokasi kemarin dan melihat memang bangunan-bangunan gereja di sejumlah kelurahan di Kecamatan Pulau Batang Dua semuanya rusak, sehingga saya khawatirkan nanti terjadi sesuatu, sebab secara teknis balok bautnya tidak kuat, karena terdapat patahan," kata Rizal Marsaoly yang juga Sekertaris Daerah Kota Ternate itu.
Ia mengatakan bangunan gereja yang dilaporkan rusak, yakni tiga unit rusak ringan, lima unit rusak sedang, dan enam unit rusak berat, serta ditambah bangunan sekolah satu unit serta dua unit sarana umum.
Jumlah kerusakan rumah warga Kecamatan Pulau Batang Dua, meliputi 79 rumah ringan, 85 unit rusak sedang, sedangkan 61 unit rusak berat.
"Untuk Kecamatan Ternate Selatan, sebanyak tujuh bangunan rumah warga yang mengalami kerusakan yakni empat unit rusak ringan, dua unit rusak sedang dan satu unit rusak berat. Sementara untuk Kecamatan Ternate Utara dilaporkan sebanyak tujuh unit rumah warga dan semuanya hanya mengalami rusak ringan,"ujarnya.
Kecamatan Ternate Tengah, Ternate Barat, dan Kecamatan Pulau Ternate hingga Kecamatan Pulau Moti, masing-masing dilaporkan mengalami satu bangunan rumah warga rusak ringan.
Jumlah pengungsian di Kecamatan Pulau Batang Dua 1.966 jiwa atau 568 kepala keluarga.
Atas kejadian itu, Pemkot Ternate menetapkan tanggap darurat penanganan bencana gempa bumi di Kota Ternate selama 14 hari, terhitung sejak 2-15 April 2026.
Dia menambahkan bantuan logistik baik dari pemerintah pusat maupun berbagai pihak, seperti pemerintah daerah hingga swasta di Maluku Utara telah disalurkan ke warga terdampak di Kecamatan Pulau Batang Dua.
Staf Operasional BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate Basri Kamaruddin dihubungi secara terpisah, Selasa pagi, menyatakan memasuki hari keenam pascagempa bumi magnitudo 7,6 pada Kamis (2/4), saat ini sekitar pukul 09.30 WIT tercatat terjadi gempa susulan 1.241 kali, 24 kali di antaranya dilaporkan dapat dirasakan.


