Perahu karet disiagakan di lokasi banjir Muara Enim
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan menyiagakan satu unit perahu karet di wilayah terdampak banjir di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Gunung Megang untuk membantu aktivitas warga di wilayah setempat.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan menyiagakan satu unit perahu karet di wilayah terdampak banjir di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Gunung Megang untuk membantu aktivitas warga di wilayah setempat.
"Kami menyiapkan satu unit perahu karet untuk membantu warga agar bisa tetap beraktivitas, misalkan pergi bekerja, atau anak-anak ke sekolah," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim, Abdurrozieq Putra di Muara Enim, Selasa.
Dia mengatakan bahwa bencana banjir melanda wilayah tersebut sejak Senin (2/2) malam, hingga menyebabkan masyarakat di desa itu kesulitan beraktivitas.
Selain merendam puluhan rumah warga, kata dia, banjir juga menggenangi ruas jalan utama di Desa Tanjung Dalam dengan ketinggian air mencapai satu meter.
"Perahu karet ini kami siagakan karena ruas jalan masih tergenang banjir dan sulit dilintasi warga," jelasnya.
Dia mengatakan, proses evakuasi dilakukan secara bergantian dan penuh dengan kehati-hatian agar tidak ada perlengkapan kantor dan sekolah yang basah akibat banjir.
Dalam bencana tersebut, pihaknya mencatat sebanyak 63 unit rumah terendam banjir dengan korban terdampak mencapai 227 jiwa.
"Saat ini banjir yang menggenangi rumah warga sudah berangsur surut dan sebagian besar masyarakat yang terdampak sudah kembali ke rumah masing-masing," ujarnya.
Meskipun saat ini banjir di sejumlah titik sudah berangsur surut, namun masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana susulan supaya tidak menimbulkan korban jiwa.
"Curah hujan tinggi diprediksi masih terjadi selama beberapa hari ke depan sehingga kita harus waspada karena bencana alam dapat terjadi kapan saja," ujarnya.


