Ratusan hektare sawah di Lebak terendam banjir
Ratusan hektare sawah di Kabupaten Lebak, Banten terendam banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir di daerah itu.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Ratusan hektare sawah di Kabupaten Lebak, Banten terendam banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir di daerah itu.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Kamis, mengatakan tanaman padi yang terendam seluas sekitar 136 hektare dengan rata-rata usia 80 hari setelah tanam dan siap panen pada Februari 2026.
Berdasarkan hasil pendataan, areal persawahan yang gagal panen seluas 50 hektare karena terendam hingga dua pekan, sedangkan, sisanya seluas 86 hektare terendam hingga dua hari dari luas tanaman sekitar 136 hektare..
"Kami khawatir jika banjir itu merendam padi hingga satu pekan ke depan dipastikan 86 hektare lainnya bisa puso," katanya menjelaskan.
Menurut dia, areal persawahan yang terendam banjir dan gagal panen yang terparah tersebar di Kecamatan Cibadak dan Banjarsari.
Sebab, letak persawahan di daerah itu langganan banjir jika curah hujan tinggi, terlebih masuk kategori sawah tadah hujan tanpa memiliki sarana irigasi.
Namun demikian, pemerintah daerah sudah menyiapkan bantuan sarana produksi, seperti benih padi dan pupuk untuk petani yang mengalami gagal panen.
"Kami minta petani yang gagal panen agar cepat mengusulkan bantuan sarana produksi agar bisa melakukan percepatan tanam awal Februari mendatang," katanya.
Sementara itu, sejumlah petani di Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak menyatakan bahwa mereka mengalami kerugian akibat gagal panen di lahan seluas 20 hektare dengan nilai Rp200 juta dari biaya produksi Rp10 juta per hektare.
"Kami bersama petani kini mengusulkan bantuan sarana produksi agar bisa kembali tanam," kata Iyang, seorang petani Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak.
Kelompok Tani Desa Cisangu Ahmad mengatakan, pihaknya mendesak Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov Banten segera membangun irigasi yang ada di Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang.
"Saya kira penyebab banjir itu disebabkan tidak berfungsinya saluran irigasi itu," ujarnya.


