Sebanyak 18 kecamatan terdampak bencana banjir dan longsor di Lebak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyebutkan 18 kecamatan di daerah ini terdampak bencana banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem yang ditandai curah hujan meningkat dalam beberapa hari terakhir itu.

Update: 2026-01-15 12:20 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyebutkan 18 kecamatan di daerah ini terdampak bencana banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem yang ditandai curah hujan meningkat dalam beberapa hari terakhir itu.

Kepala BPBD Lebak Sukanta di Lebak, Kamis, mengatakan masyarakat yang terdampak bencana alam di daerah ini tersebar di 11 kecamatan, 42 desa dan 53 titik lokasi, namun banjir kembali berangsur surut.

Saat ini, curah hujan intensitas ringan dan sedang kembali meningkat, bahkan sejak Kamis (15/1) dini hari hingga siang ini masih berlangsung.

Karena itu,masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem tersebut, karena berpotensi menimbulkan bencana alam.

Selama lima hari terakhir diterjang banjir dan longsor di Kabupaten Lebak, mengakibatkan 575 rumah terendam, 34 rumah dan infrastruktur jalan rusak serta satu orang dilaporkan meninggal dunia.

"Kami masih melakukan estimasi pendataan kerugian akibat bencana alam itu," katanya menjelaskan.

Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak Dade Yan Apriyandi mengatakan saat ini ruas jalan yang terdampak bencana longsor tercatat 12 titik dan di antaranya delapan titik sudah dilakukan penanganan, sedangkan empat titik lainnya belum dilakukan penanganan.

Sementara ruas jalan yang rusak parah di Kecamatan Panggarangan, Sobang, Bayah, Cikoret Muara Dua, serta Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cikulur, tepatnya pada ruas jalan Sampay–Cileles.

"Kami hingga kini masih melakukan survei lapangan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat akibat kerusakan jalan itu," katanya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News