Status tanggap darurat bencana di Serang meluas ke 86 Desa
Warga melintas ditengah banjir di Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, Senin (26/1/2026). ANTARA/Desi Purnama Sari
Pemerintah Kabupaten Serang, Provinsi Banten menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana hidrometeorologi seiring meluasnya dampak cuaca ekstrem yang kini mencakup 86 desa di 27 kecamatan di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Ajat Sudrajat di Serang, Senin (26/1) mengatakan status ini ditetapkan mengingat eskalasi kejadian banjir, angin kencang, dan tanah longsor yang terjadi sejak awal Januari.
"Berdasarkan pemutakhiran data hingga Senin malam pukul 19.00 WIB, warga terdampak mencapai 37.215 jiwa dari 11.214 Kepala Keluarga (KK). Bencana ini juga mengakibatkan satu korban meninggal dunia akibat terseret arus sungai di Kecamatan Binuang," ujar Ajat.
Ajat merinci bencana banjir merendam 58 desa di 23 kecamatan, angin kencang melanda 18 desa di 9 kecamatan, serta pergerakan tanah terjadi di 15 desa di 8 kecamatan.
Meskipun banjir di sejumlah wilayah, seperti Padarincang dan Baros mulai surut, beberapa kecamatan lain, yakni Kibin, Cikande, Binuang, dan Carenang kembali terdampak banjir susulan dengan ketinggian muka air mencapai 1 meter, khususnya di Perumahan Grand Mekarsari.
"Saat ini masih ada 2.112 jiwa atau 622 KK yang bertahan di pengungsian karena rumah mereka belum aman untuk ditempati. Kami terus menyalurkan bantuan logistik dan melakukan evakuasi warga," ujarnya.
Dalam masa tanggap darurat ini, BPBD Kabupaten Serang memprioritaskan pemenuhan kebutuhan mendesak bagi pengungsi, seperti makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, serta peralatan evakuasi berupa perahu dan mesin penyedot air (alkon).
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang masih akan terjadi hingga 27 Januari 2026.


