Tim reaksi cepat dikerahkan tangani banjir di Dompu NTB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tim reaksi cepat dari Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dikerahkan secara intensif untuk membantu warga menangani dampak banjir.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tim reaksi cepat dari Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dikerahkan secara intensif untuk membantu warga menangani dampak banjir.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa dalam fase tanggap darurat tim reaksi cepat fokus pada asesmen dampak bencana, pendataan warga terdampak, serta antisipasi potensi bencana lanjutan.
BNPB sementara ini mencatat sebanyak 314 kepala keluarga terdampak banjir yang terjadi pada Rabu (7/1) setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang mengguyur Kabupaten Dompu.
Luapan air menyebabkan genangan di sejumlah permukiman warga yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Hu’u, Kilo, dan Pajo, dengan enam desa dilaporkan terdampak.
Di Kecamatan Hu’u, banjir merendam Desa Rasabou dan Desa Cempi Jaya, dengan puluhan rumah warga terendam dan beberapa bangunan mengalami kerusakan akibat tembok roboh serta fasilitas umum terdampak.
Selain itu, banjir di Desa Cempi Jaya juga menyebabkan robohnya pagar pemakaman hingga menyeret satu jenazah yang telah dimakamkan sebelumnya, yang selanjutnya diupayakan untuk dilakukan penguburan kembali.
Dampak banjir juga terjadi di Kecamatan Kilo, meliputi Desa Lasi, Desa Kramat, dan Desa Mbuju, dengan ratusan kepala keluarga terdampak dan ketinggian air berkisar antara 30-50 centimeter.
Sementara di Kecamatan Pajo, banjir merendam Desa Lepadi, termasuk satu unit fasilitas pendidikan Pondok Pesantren Al Ihwan yang turut terdampak genangan.
Abdul memastikan percepatan penanganan tim reaksi cepat juga dibantu petugas dari Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan menyusul sebaran wilayah dan korban terdampak cukup luas, khususnya ada peringatan BMKG terkait potensi hujan ekstrem susulan di wilayah tersebut.


