Tim SAR lanjutkan pencarian 20 korban hilang akibat longsor di Cisarua
Tim Search and Rescue (SAR) memutuskan untuk melanjutkan operasi pencarian terhadap 20 korban yang hilang akibat bencana tanah longsor di Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, setelah dilakukan evaluasi pada hari ketujuh ini.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Tim Search and Rescue (SAR) memutuskan untuk melanjutkan operasi pencarian terhadap 20 korban yang hilang akibat bencana tanah longsor di Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, setelah dilakukan evaluasi pada hari ketujuh ini.
Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Bandung, Jumat, mengatakan pihaknya berhasil mengevakuasi sebanyak lima kantong jenazah pada operasi SAR pada hari ini, seiring kondisi cuaca yang relatif mendukung proses pencarian.
“Berdasarkan hasil evaluasi hari ke tujuh, masih terdapat 20 korban dilaporkan hilang dan pencarian akan terus dilanjutkan. Alhamdulillah, dari pagi hingga sore cuaca sangat membantu pelaksanaan operasi SAR dan hari ini kami berhasil mengevakuasi lima body pack (kantong jenazah),” katanya.
Dirinya menjelaskan bahwa total korban yang berhasil dievakuasi sejak hari pertama hingga hari ketujuh operasi pencarian mencapai 60 kantong jenazah.
Sementara berdasarkan data Disaster Victim Identification (DVI) Polri, sebanyak 44 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Pada kesempatan tersebut, dirinya juga menjelaskan bahwa data jumlah korban mengalami perkembangan seiring proses pencarian dan asesmen lapangan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Search Management Cell (SMC), Incident Commander (IC), serta tim DVI Polri.
“Laporan awal menyebutkan sebanyak 113 orang terdampak dari 34 kepala keluarga. Namun perkembangan terakhir menunjukkan terdapat 158 warga yang dilaporkan hilang dari 35 kepala keluarga. Dinamika data ini menjadi bagian dari proses operasi di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun menghadapi tantangan berupa medan berat serta kondisi cuaca yang tidak selalu stabil dalam sepekan ini, operasi SAR tetap dilaksanakan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Operasi pencarian dilakukan selama 24 jam, termasuk dengan dukungan upaya modifikasi cuaca oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminimalkan potensi hujan di lokasi pencarian.
“Kondisi medan dan cuaca memang belum sepenuhnya ideal, namun tanggap darurat telah ditetapkan selama 14 hari dan kami berharap sebelum masa tersebut berakhir seluruh korban dapat ditemukan,” katanya.
Ia juga meminta dukungan doa dari masyarakat agar proses pencarian dapat berjalan lancar dan memberikan kepastian bagi keluarga korban yang hingga kini masih menunggu kabar anggota keluarganya.
“Operasi SAR akan terus kami lanjutkan selama masih ada harapan menemukan korban. Kami mohon doa agar seluruh proses berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.


