Warga Pidie Jaya kembali bersihkan rumah pasca banjir berulang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya, Aceh menyatakan masyarakat yang terdampak banjir berulang dua hari lalu sudah kembali membersihkan rumah masing-masing dari lumpur yang dibawa banjir.

Update: 2026-04-10 17:50 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indomie

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya, Aceh menyatakan masyarakat yang terdampak banjir berulang dua hari lalu sudah kembali membersihkan rumah masing-masing dari lumpur yang dibawa banjir.

"Masyarakat sudah kembali ke rumah dan membersihkan rumah dari lumpur lagi," kata Plh Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa saat dikonfirmasi dari Banda Aceh, Jumat.

Pada Rabu malam (8/4) sejumlah desa di Pidie Jaya kembali dilanda banjir akibat hujan deras di hulu sungai Meureudu, akibatnya pemukiman penduduk kembali digenangi air dan lumpur.

Banjir tersebut akibat jebolnya tanggul sementara yang dibuat dari tanah bekas lumpur banjir awal November 2025, karena debitnya tinggi dan tak mampu ditahan, akhirnya air kembali menggenangi pemukiman.

Adapun desa yang terdampak banjir berulang tersebut yakni empat desa di Kecamatan Meureudu antara lain Desa Manyang Cut, Beurawang, Meunasah Lhok dan Masjid Tuha.

Kemudian, di Kecamatan Meurah Dua ada Desa Meunasah Mancang, Meunasah Raya, Blang Cut, Dayah Usen, Pante Beureune, Gampong Blang, Meunasah Bie, Geunteng dan Meunasah Teungoh.

Okta mengatakan, saat banjir tersebut, masyarakat sempat mengungsi ke tempat aman baik di rumah saudara maupun mushala desa. Tetapi, setelah air surut mereka kembali pulang dan membersihkan rumah.

"Sempat mengungsi ke tempat lebih tinggi. Tapi sudah kembali ke rumah membersihkan, dan besok kita mengerahkan alat berat membersihkan badan jalan desa yang berlumpur," ujarnya.

Karena itu, dirinya berharap kepada pemerintah pusat untuk segera membuat tanggul permanen di Sungai Meureudu. Jika belum atau tanpa penanganan serius, banjir kembali berulang saat hujan deras di wilayah hulu sungai.

"Kita minta pemerintah pusat segera buat tanggul permanen. Apalagi kondisi saluran warga juga tersumbat, dan Sungai Krueng Meureudu sudah dangkal, jadi kalau ada air deras dari hulu akan banjir lagi," demikian Okta Handipa.

Elshinta Peduli

Similar News