Keluarga Yoga Noufal, penumpang ATR 42-500 masih menanti kabar
Tim Basarnas Makassar hingga saat ini masih melakukan pencarian terhadap tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta tujuh kru yang berada di dalam pesawat ATR 42-500.
Sumber foto: Heru Lianto/elshinta.com.
Tim Basarnas Makassar hingga saat ini masih melakukan pencarian terhadap tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta tujuh kru yang berada di dalam pesawat ATR 42-500.
Pesawat yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport tersebut dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Salah satu pegawai KKP yang menjadi korban dalam peristiwa ini adalah Yoga Nouval, berusia 30 tahun.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Reporter Elshinta, Heru Lianto, dari adik korban, Sultan (15), Yoga merupakan anak pertama dari pasangan Yanti dan almarhum Subiyanto.
Yoga diketahui telah berkeluarga dan memiliki seorang istri serta satu anak bernama Arshaka (8) yang saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Selain Sultan, Yoga juga memiliki satu orang adik lainnya bernama Kresna
"Saat ini kakak (Kresna) lagi berlayar di kawasan Afrika," ujarnya.
Pantauan Elshinta di kediaman Yoga Nouval di Jalan Tutul Raya, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, sejak pagi hari tampak kerabat dan sahabat korban mulai berdatangan.
Mereka hadir untuk memastikan informasi terkait keberadaan Yoga sekaligus memberikan dukungan moril kepada pihak keluarga.
Ibu korban, Yanti, kepada Radio Elshinta mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima kabar lanjutan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait nasib anaknya tersebut.
“Sampai sekarang belum ada kabar lagi dari pihak KKP. Kami sekeluarga masih menunggu kepastian,” ujar Yanti.
Namun meski begitu, pantauan Elshinta terbaru, tenda duka di rumah Yoga Nouval telah terpasang.
Sejumlah pekerja terlihat memasang tenda berwarna hijau serta menurunkan kursi-kursi di halaman rumah, di tengah cuaca gerimis yang turun di kawasan tersebut.
Diketahui, Tim SAR Gabungan dilaporkan telah menemukan puing-puing pesawat ATR milik Indonesia Air Transport yang sebelumnya hilang kontak, di lereng Gunung Bulusaraung, pada Minggu, 18 Januari 2026.
Kondisi pesawat dilaporkan hancur, dengan badan dan ekor pesawat ditemukan terpisah, berada di sisi utara puncak gunung.


