Polisi ungkap peredaran narkoba di Tangerang

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dan ganja dengan modus pengiriman paket online menggunakan resi palsu di wilayah Kota Tangerang, Banten.

Update: 2026-01-26 12:30 GMT

Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta Peduli

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dan ganja dengan modus pengiriman paket online menggunakan resi palsu di wilayah Kota Tangerang, Banten.

“Modus yang digunakan para pelaku dengan mengemas ganja ke dalam paket pengiriman online, namun seluruh stiker resi pengiriman yang ditempel merupakan resi palsu," kata Pelaksana Tugas Kepala Unit 4 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Budi Purwanto, dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Hal tersebut, kata dia, dilakukan pelaku untuk mengelabui petugas jika sewaktu-waktu dicurigai, seolah-olah pelaku sedang mengantar paket ekspedisi.

Dari pengungkapan yang dilakukan pada Jumat (23/1) sekitar pukul 01.10 WIB di kawasan Kelurahan Tanah Tinggi, Tangerang, polisi menangkap dua pria berinisial VA (34) dan TM (29).

"Dari tangan para pelaku, polisi menyita narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,16 gram serta ganja dengan berat bruto 2,3 kilogram," kata Budi.


Dari hasil penyelidikan, tersangka VA berperan sebagai pengedar, sementara TM berperan sebagai penjaga gudang sekaligus penyimpanan narkoba milik VA.

Budi juga menyebutkan kedua pelaku sudah menjadi target operasi sejak Juli 2025. Namun, saat itu penyidik sempat kehilangan jejak pelaku dan akhirnya kembali terdeteksi melakukan pergerakan pada Januari 2026.

"Setelah melakukan penangkapan kedua pelaku dan melakukan pengembangan, didapatkan sebuah tas ransel berisi 41 paket ganja dengan total berat bruto lebih dari 2,3 kilogram yang diduga kuat akan diedarkan menggunakan modus pengiriman paket online," katanya.

Selanjutnya seluruh tersangka beserta barang bukti kemudian dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Budi menambahkan pihaknya juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News