Prajurit Kostrad gagalkan penyelundupan 55 kg sabu ke Indonesia
Upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar di wilayah perbatasan kembali berhasil digagalkan. Satgas Pamtas Yonarhanud 1 Kostrad mengamankan total 55,297 kilogram sabu dalam operasi di kawasan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.
Upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar di wilayah perbatasan kembali berhasil digagalkan. Satgas Pamtas Yonarhanud 1 Kostrad mengamankan total 55,297 kilogram sabu dalam operasi di kawasan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Pengungkapan ini disampaikan dalam konferensi pers oleh Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito. Ia menegaskan bahwa wilayah perbatasan tidak akan dibiarkan menjadi jalur masuk peredaran narkotika yang mengancam stabilitas nasional.
Peristiwa tersebut bermula pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 01.45 WIB. Personel Pos Sungai Tengah yang tengah melaksanakan patroli rutin mendapati sebuah kendaraan yang menunjukkan indikasi mencurigakan.
"Saat akan dilakukan pemeriksaan, kendaraan itu justru melarikan diri. Aparat kemudian melakukan tindakan pengejaran yang disertai tembakan peringatan sesuai prosedur," kata Novi Rubadi.
Menurut Novi, dalam proses pelarian, pelaku membuang sejumlah paket ke area pinggir jalan. Aparat selanjutnya melakukan penyisiran secara sistematis bersama unsur intelijen gabungan.
"Hasilnya, ditemukan 51 paket sabu dengan berat total 54,234 kilogram. Pencarian lanjutan pada pagi hari menghasilkan temuan tambahan satu paket seberat 1,063 kilogram, sehingga keseluruhan barang bukti mencapai 52 paket dengan berat 55,297 kilogram," ungkapnya.
Seluruh barang bukti kini diamankan oleh Pomdam XII/Tanjungpura untuk kepentingan penyidikan dan proses hukum. Rencana pemusnahan juga akan dilakukan dengan melibatkan instansi terkait.
Pangdam menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mempersempit ruang gerak jaringan narkotika lintas negara. Ia juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan kewaspadaan di wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik geografis kompleks.
Meski demikian, lolosnya pelaku dari lokasi kejadian menunjukkan bahwa tantangan dalam penanganan kasus semacam ini masih signifikan. Aparat kini terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan yang lebih luas.
Penggagalan ini menjadi indikator bahwa jalur perbatasan Kalimantan Barat masih menjadi target strategis bagi penyelundupan narkotika. Oleh karena itu, penguatan pengawasan dan sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam menekan peredaran gelap narkoba.


