Basarnas: OMC membantu tim SAR menemukan korban pesawat ATR 42-500
Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohamad Syafii menyatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) sangat membantu tim SAR gabungan dalam pencarian hingga menemukan para korban untuk dievakuasi setelah pesawat ATR 42-500 mengalami kecelakaan di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohamad Syafii menyatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) sangat membantu tim SAR gabungan dalam pencarian hingga menemukan para korban untuk dievakuasi setelah pesawat ATR 42-500 mengalami kecelakaan di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
"Di hari ke lima (operasi), alhamdulillah modifikasi cuaca berpengaruh membantu kita bisa mengurangi 30 persen dari prediksi kondisi cuaca," ujarnya di Kantor Basarnas Makassar area Bandara Internasional Sultah Hasanuddin Makassar, di Maros, Kamis.
Dengan keberhasilan modifikasi cuaca tersebut oleh pihak BMKG, tim SAR darat maupun udara dapat bekerja melanjutkan pencarian para korban dalam operasi di pegunungan setempat.
"Hari ini pun alhamdulillah, pesawat helikopter bisa kita terbangkan dan mudah-mudahan SAR darat yang sedang berjalan bisa melaksanakan operasi," papar mantan Asisten Personal Panglima TNI itu mengaminkan. .
Dalam operasi SAR hari keenam, akhirnya menuai hasil yang maksimal. Tercatat, ada total enam jenazah bersama body part (potongan tubuh) korban telah ditemukan dan segera dievakuasi tim SAR gabungan.
"Hari ini masih sedang proses evakuasi, tapi juga tentunya saya sampaikan bahwa kita telah menemukan body part, baik pesawat maupun anggota tubuh korban," kata Syafii.
Soal dari jumlah body (tubuh) yang sudah ditemukan nanti apakah sudah ada sembilan korban atau bagaimana, kata dia, nanti tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel yang menjelaskan identifikasinya.
"Alhamdulillah, black box kita sudah temukan, tapi tujuan utama kita adalah operasi pencarian dan penyelamatan korban," tutur mantan Asisten Personal Kasau ini.
Terkait dengan penempatan personil di lokasi, ujar dia, tentu yang memiliki kualifikasi khusus yang sudah diinventarisasi di deploy untuk bergabung dengan tim lainnya di lapangan. Karena memang kondisi medan (ekstrim) membutuhkan skill khusus.
Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar menyebutkan, operasi SAR hari pertama dan kedua telah ditemukan dua jenazah dengan kondisi utuh. Pada hari kedua, ditemukan sejumlah potongan tubuh.
"Hari ini ada enam (ditemukan), jadi sembilan korban, jadi kurang satu (total 10 orang). Kita memastikan, kita dapatnya sembilan," ucap Arif menyebutkan.
Namun, bila mana operasi SAR di hari ketujuh esok korban yang satu tersebut berhasil ditemukan, maka operasi SAR ditutup karena batasnya hanya tujuh hari, sebab seluruh korban sudah ditemukan.
"Apabila ada penemuan korban dari masyarakat atau dari mana, akan kita buka operasi SAR itu bukan pencarian lagi. Tapi operasi SAR evakuasi, seperti itu," paparnya.
"Operasi SAR ditutup dalam tujuh hari kalau korban sudah ditemukan, dan kita sudah menemukan sembilan, jadi kita tinggal mencari satu orang," katanya lagi menambahkan.


