Kodaeral VI kerahkan SAR bantu pencarian korban Pesawat ATR 42-500
Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) mengerahkan regu pencari dan penyelamatan (SAR) untuk membantu pencarian korban pesawat Indonesia Air Transport (IAT) jenis ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) mengerahkan regu pencari dan penyelamatan (SAR) untuk membantu pencarian korban pesawat Indonesia Air Transport (IAT) jenis ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Tim SAR Kodaeral VI dipimpin Letda Marinir M. Ridha, Minggu, melaksanakan pergeseran pasukan beserta sarana dan prasarana (serpras) menuju Pos Komando Taktis (Poskotis) SAR Gabungan yang berlokasi di Posko SAR Basarnas Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.
"Kehadiran unsur TNI AL ini memperkuat sinergi lintas instansi dalam misi kemanusiaan di medan yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi," ujarnya.
Letda Ridha mengatakan, pemberangkatan Tim SAR Kodaeral VI ini merupakan tindak lanjut dari perintah Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz yang menginstruksikan jajaran personel untuk segera membentuk dan mengerahkan tim SAR guna membantu pencarian korban kecelakaan udara tersebut.
Pesawat ATR 42-500 itu memiliki rute penerbangan dari Yogyakarta ke Bandara Sultan Hasanuddin Kabupaten Maros yang mengalami kecelakaan di sekitar wilayah Gunung Bulusaraung, tepatnya di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Sabtu, (17/1) sekitar pukul 13.17 WITA.
“Untuk selanjutnya, kami laksanakan operasi SAR dan sebagian stand by di Posko SAR ini. Apabila ada perkembangan lebih lanjut, kami siap bergerak melaksanakan operasi SAR menuju lokasi jatuhnya pesawat sesuai dengan perkembangan terakhir,” katanya.
M Ridha menyatakan keterlibatan TNI AL melalui Kodaeral VI dalam operasi SAR ini menegaskan komitmen kuat TNI AL untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai garda terdepan pertahanan negara di laut, tetapi juga sebagai kekuatan kemanusiaan yang sigap, tangguh, dan siap menghadapi medan berat demi menyelamatkan sesama.
Sebelumnya, dalam operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur SAR gabungan dan berada di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar. Tercatat, ada 11 orang berada di pesawat tersebut berdasarkan manifest.
Ada delapan kru pesawat dan tiga orang penumpang, masing-masing Captain Andy Dahananto, Yudha Mahardika, Captain Sukardi, Hariadi,Franky D Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita, Esther Aprilita. Penumpangnya atas nama Deden, Ferry dan Yoga.


