Pemkab Situbondo bantu perbaikan rumah warga terdampak ledakan
Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, akan memberikan bantuan bagi warga yang rumahnya terdampak ledakan petasan serta mengakibatkan enam korban mengalami luka bakar dan satu korban tewas.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, akan memberikan bantuan bagi warga yang rumahnya terdampak ledakan petasan serta mengakibatkan enam korban mengalami luka bakar dan satu korban tewas.
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengatakan telah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial setempat untuk menafsir kerugian kerusakan rumah terdampak ledakan dari rumah Ibu Kulsum (60) di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih itu.
"Semula kami mendapatkan informasi ada tujuh rumah terdampak ledakan, tapi setelah kami turun dan cek langsung ada 12 rumah mengalami kerusakan akibat ledakan tersebut," katanya di sela meninjau lokasi ledakan pada Rabu petang.
Wabup Ulfiyah menyampaikan pemerintah daerah setempat akan memberikan bantuan bagi rumah warga terdampak ledakan itu dengan menyesuaikan kemampuan anggaran.
"Kami mengimbau kepada masyarakat menyambut Ramadhan dan Idul Fitri dengan hal-hal yang baik, agar kita bisa melaksanakan ibadah puasa dengan tenang. Petasan itu sesuatu yang berbahaya, jadi jangan dijadikan tradisi," tutur Ulfiyah.
Rumah milik Kulsum (60) warga Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, ambruk rata dengan tanah setelah terjadi ledakan hebat yang diduga berasal dari serbuk petasan yang disimpan di dalam rumahnya, pada Rabu (18/2) siang sekitar pukul 12.00 WIB.
Akibat ledakan itu, tujuh orang mengalami luka bakar dan patah tulang dan satu korban lainnya atas nama Supriyadi (50) meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan rumah.
Enam korban lainnya yakni Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), Fino (25) dan Ibu Kulsum (60) telah dibawa ke RSUD Asembagus, sedangkan satu korban Abdurrahman (15) dirujuk ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo karena mengalami luka bakar cukup parah hingga 90 persen.
Sampai saat ini, Polres Situbondo belum bisa melakukan olah TKP dan menunggu Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim untuk sterilisasi, karena diduga masih ada sisa bahan atau serbuk petasan di lokasi ledakan.


