Prabowo kenang Try Sutrisno prajurit dan pemimpin utamakan tanah air
Presiden Prabowo Subianto mengenang mendiang Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno sebagai prajurit dan pemimpin yang mengutamakan tanah air di atas segala hal.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Presiden Prabowo Subianto mengenang mendiang Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno sebagai prajurit dan pemimpin yang mengutamakan tanah air di atas segala hal.
"Saya mengenang beliau sebagai prajurit sejati dan pemimpin yang sederhana, tegas, serta mengutamakan Tanah Air di atas segalanya," ucap Prabowo dalam unggahan di akun Instagram resmi (@prabowo).
Prabowo mengatakan hari ini Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Keteladanan, keberanian, dan pengabdian almarhum kepada bangsa akan selalu menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat.
Presiden Prabowo bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam prosesi pemakaman Try Sutrisno di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Senin siang.
Dalam prosesi pemakaman secara militer tersebut, Presiden membacakan apel persada:
"Saya Presiden Republik Indonesia, atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke persada ibu pertiwi, jiwa raga dan jasa-jasa almarhum. Nama: Try Sutrisno; Jabatan: Wakil Presiden Republik Indonesia Ke-6 Periode Tahun 1993-1998, Panglima ABRI Periode 1988-1993. Putra dari Bapak Subandi, almarhum, yang telah meninggal dunia demi kepentingan serta keluhuran negara dan bangsa pada hari Senin, tanggal 2 Maret 2026, pukul 06.58 WIB di Jakarta."
"Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua, dan arwahnya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Besar. Jakarta, 2 Maret 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto".
Try Sutrisno, yang menjabat sebagai Wapres Ke-6 pada masa pemerintahan Presiden Ke-2 Soeharto, meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, Senin pagi. Almarhum wafat pada usia 90 tahun.
Try Sutrisno dikenal sebagai tokoh militer dan negarawan yang pernah menjabat Wakil Presiden RI periode 1993–1998. Kepergiannya menambah daftar tokoh bangsa yang berpulang pada 2026, sekaligus menjadi momentum refleksi atas kontribusi dan pengabdian para pemimpin nasional bagi Indonesia.

